SUMBA TIMUR, Rabu (29/7/2026) Sentral Media – Harga beras medium di Pasar Inpres Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, naik dalam sepekan terakhir. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp13.500 per kilogram kini menjadi Rp14.500 per kilogram.
Kenaikan harga beras mulai membebani masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang harus menyesuaikan pengeluaran kebutuhan pokok setiap hari. Selain itu, sejumlah pedagang menyebut keterlambatan pasokan sebagai penyebab utama kenaikan harga di pasaran.
Harga Beras Sumba Timur Naik karena Pasokan Terlambat
Para pedagang di Pasar Inpres Waingapu menjelaskan bahwa pasokan beras dari Sulawesi dan Jawa terlambat tiba di Sumba Timur. Gelombang laut yang tinggi menghambat distribusi bahan pangan menuju wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Timur.
Akibatnya, jumlah beras yang masuk ke pasar menurun sehingga pedagang menaikkan harga jual.
Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat. Banyak warga mulai mencari alternatif untuk menghemat konsumsi beras di rumah.
Salah seorang warga Kecamatan Kambera, Mama Rambu, mengaku harus mengatur kembali pengeluaran belanja keluarganya setelah harga beras naik.
“Kalau beras saja, uang belanja seminggu habis,” ujarnya pada Rabu sore.
Mama Rambu mengatakan dirinya kini mencampurkan beras dengan jagung bose agar kebutuhan pangan keluarganya tetap tercukupi. Cara tersebut menjadi solusi sementara untuk mengurangi penggunaan beras setiap hari.
Menurutnya, jika keluarganya hanya mengonsumsi beras sebagai makanan pokok, anggaran belanja rumah tangga akan lebih cepat habis dibandingkan sebelumnya.
Operasi Pasar Murah Segera Digelar
Menanggapi kenaikan harga beras, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Timur akan menggelar operasi pasar murah pada pekan depan.
Pemerintah daerah berharap program tersebut membantu masyarakat membeli bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, operasi pasar juga bertujuan menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Pemerintah optimistis langkah tersebut mampu meringankan beban masyarakat selama pasokan beras masih terlambat datang.
Bulog Pastikan Stok Beras Aman
Sementara itu, Perum Bulog Cabang Waingapu memastikan stok beras di Kabupaten Sumba Timur masih aman.
Saat ini, Bulog menyimpan cadangan beras sekitar 1.200 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan.
Pihak Bulog juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli beras secara berlebihan atau melakukan panic buying. Pembelian dalam jumlah besar justru dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
Secara umum, harga beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur naik rata-rata 4,2 persen dibandingkan Maret 2026. Kabupaten Sumba Timur menjadi salah satu daerah dengan kenaikan harga beras tertinggi di wilayah NTT.
Pemerintah daerah bersama Bulog terus memantau perkembangan harga dan distribusi beras. Mereka juga berupaya menjaga ketersediaan bahan pangan serta menstabilkan harga di pasaran.
Penulis: Sentral Media
Editor: Sentral Media





