Sentralmedia.id, Jakarta Barat – Seorang wanita bernama Asri, warga asal Jerebu’u, Bajawa, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan oleh pasangannya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi beberapa hari lalu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cengkareng. Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cengkareng, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 26 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami penganiayaan oleh seorang pria bernama Owin Lalu, yang disebut berasal dari Bajawa Utara. Keduanya diketahui memiliki hubungan dekat.
Insiden bermula dari pertengkaran antara korban dan pelaku di dalam kontrakan mereka. Adu mulut yang terjadi diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.
Pelaku disebut menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur dan menikam korban di bagian leher. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga menginjak bagian perut korban dalam kondisi kritis.
Warga sekitar yang mendengar kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Beberapa tetangga yang berasal dari Ende dan Manggarai turut membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Cengkareng. Namun, akibat luka serius yang dialami, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada hari ini.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, sebelum direncanakan dipulangkan ke kampung halamannya di Bajawa, Jerebu’u pada Kamis, 27 Maret 2026.
Sementara itu, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dan saat ini ditahan di Polsek Cengkareng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan dalam hubungan pribadi di Indonesia. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, kasus kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang kerap dipicu oleh konflik domestik dan emosi yang tidak terkendali.
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan serta segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan atau mengalami tindakan serupa.
(Ered/Semtralmedia.id)

