Jakarta, Sentralmedia.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-80 sekaligus wisuda bagi 289 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang mewakili Kapolri.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam sambutannya, Kalemdiklat Polri menyampaikan bahwa wisuda tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis ilmu pengetahuan. Sebanyak 289 wisudawan yang dikukuhkan berasal dari Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Kepolisian, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pendidikan di STIK memiliki peran penting dalam membentuk personel Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab berbagai tantangan tugas di tengah perkembangan masyarakat yang semakin kompleks.
“Pendidikan menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anggota Polri agar mampu memahami serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan keilmuan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan Polri juga menekankan pentingnya STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan STIK menjadi Universitas Kepolisian yang diharapkan dapat membuka akses pendidikan lebih luas, tidak hanya bagi anggota Polri tetapi juga masyarakat umum yang memiliki minat pada bidang keamanan dan ketertiban.
Dies Natalis ke-80 tahun ini memiliki makna historis karena bertepatan dengan 80 tahun berdirinya Akademi Kepolisian yang didirikan pada 17 Juni 1946. Momentum tersebut menjadi pengingat akan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan institusi kepolisian yang profesional, cerdas, dan mampu menjadi pengawal demokrasi serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Pimpinan STIK menyebutkan bahwa tantangan kepolisian saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan konvensional, tetapi juga perkembangan teknologi digital yang membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat. Arus informasi yang semakin cepat dinilai dapat memberikan manfaat, namun juga berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak disikapi secara bijak.
Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk menganalisis dan menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Setelah diwisuda, para perwira akan kembali menjalankan tugas sesuai bidang dan jenjang jabatan masing-masing.
Selain penguasaan akademik, STIK juga menanamkan tiga nilai utama kepada peserta didik, yakni etika, logika, dan rasa. Ketiga aspek tersebut dianggap penting untuk membentuk personel Polri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui penguatan pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang profesional, adaptif, serta mampu menjawab harapan masyarakat di tengah perubahan zaman yang terus berkembang. (Red)





