More
    spot_img

    Jangan sampai Pendidikan Hanya Fokus Isi Perut,Tapi Ilmu kosong

    Maluku, Sentralmedia.id  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian masyarakat.

    Program yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik tersebut mendapatkan berbagai tanggapan, baik dukungan maupun masukan dari berbagai kalangan. Salah satu tanggapan datang dari Sekretaris Umum Forum Pergerakan Mahasiswa Bupolo, Burhan Lesbasa.

    Burhan menyampaikan bahwa upaya pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa merupakan langkah yang positif karena dapat membantu meningkatkan kesehatan dan daya belajar anak-anak. Namun, menurutnya, perhatian terhadap pemenuhan gizi tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi dunia pendidikan di Indonesia.

    Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik peserta didik, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kemampuan akademik, serta penyediaan sarana yang mendukung proses pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan mampu menjalankan program gizi sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh.

    Lebih lanjut, Burhan menyoroti masih adanya berbagai kendala yang dihadapi sekolah-sekolah di sejumlah daerah. Beberapa sekolah masih mengalami kerusakan bangunan, keterbatasan tenaga pendidik, kurangnya fasilitas belajar, serta belum meratanya akses internet yang diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap mutu pendidikan.

    Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya kekhawatiran dari sebagian masyarakat terkait penggunaan anggaran pendidikan. Sejumlah pihak menilai bahwa anggaran yang tersedia sebaiknya tidak hanya difokuskan pada program yang bersifat jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kualitas sekolah, meningkatkan kompetensi guru, dan memperluas akses pendidikan yang merata.

    Burhan berpendapat bahwa peserta didik Indonesia membutuhkan dukungan yang seimbang, baik dalam aspek kesehatan maupun pendidikan. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

    Baca Juga:  Tragedi Bocah di Blora Meninggal Dunia Akibat Ledakan Petasan

    Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian luas di berbagai media sosial dan memperoleh respons positif dari sejumlah mahasiswa serta masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama karena merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Menurut Burhan, keberhasilan suatu negara tidak hanya diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dari kesungguhannya dalam menciptakan generasi yang berpengetahuan, terampil, dan berdaya saing tinggi.

    SHARE:

    Advertisement

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img

    ARTIKEL POPULER