Sentralmedia.id , Pulau Buru – Sekretaris Umum Forum Pergerakan Mahasiswa Bupolo (FPMB), Burhan Lesbasa, mendesak Hendrik Lewerissa selaku Gubernur Maluku agar segera menuntaskan pembangunan dan perbaikan jalan lintas Kayeli–Batabual di Pulau Buru.
Dalam keterangannya kepada media, Burhan menegaskan bahwa kondisi jalan yang menghubungkan wilayah Kayeli dengan Kecamatan Batabual hingga saat ini masih memprihatinkan. Ia menyebutkan bahwa sebagian ruas jalan belum diaspal secara menyeluruh dan terdapat sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Burhan, jalan lintas Kayeli–Batabual memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Akses tersebut menjadi sarana vital bagi masyarakat dalam mendistribusikan hasil pertanian, perikanan, serta memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Apabila pembangunan tidak segera diselesaikan, dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat, baik dari sisi perekonomian, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
“Jalan lintas Kayeli–Batabual merupakan urat nadi mobilitas masyarakat. Jika akses ini tidak segera dituntaskan, maka dampaknya sangat besar terhadap kesejahteraan warga,” ujar Burhan.
Ia menjelaskan bahwa saat musim hujan, kondisi jalan semakin sulit dilalui karena berlumpur dan licin. Tidak jarang kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kendala bahkan terjebak di beberapa titik kerusakan. Situasi tersebut menghambat distribusi hasil bumi dan tangkapan nelayan yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat. Selain itu, para pelajar dan tenaga kesehatan juga kerap menghadapi kesulitan dalam menjangkau lokasi tujuan.
FPMB menilai percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Buru merupakan bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan di Provinsi Maluku. Burhan meminta Pemerintah Provinsi Maluku agar menjadikan proyek peningkatan jalan Kayeli–Batabual sebagai prioritas dalam program kerja infrastruktur tahun berjalan, sehingga tidak lagi terjadi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Kami meminta komitmen nyata dari Pemerintah Provinsi Maluku agar persoalan ini segera diselesaikan. Jangan sampai masyarakat di Batabual terus merasa terpinggirkan akibat akses jalan yang belum memadai,” tegasnya.
Lebih lanjut, FPMB menyatakan kesiapannya untuk mengawal proses pembangunan tersebut agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu. Organisasi mahasiswa itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawasi pelaksanaan proyek, guna memastikan mutu pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dengan adanya desakan ini, FPMB berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan terukur agar pembangunan jalan lintas Kayeli–Batabual dapat segera dirampungkan. Penyelesaian proyek tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Buru secara menyeluruh.
Pewarta ; Burhan Lesbasa
Editor : Sentralmedia.id
.





