Aceh Tengah,Sentralmedia.id – Langkah Kapolres Polres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq dalam menyalurkan bantuan kurma dari Polda Aceh kepada warga terdampak bencana dan personel menjadi simbol kepedulian institusi kepolisian menjelang bulan suci Ramadhan.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kurma, tetapi juga beras dan selimut. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian yang diberikan tidak sekadar simbolis dalam rangka menyambut Ramadhan, melainkan juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya warga Kampung Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu(18/2/2026)
Penyaluran bantuan ini memiliki makna sosial yang kuat. Di tengah kondisi pascabencana, kehadiran aparat kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan. Bantuan tersebut menjadi bentuk empati institusi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Keterlibatan relawan ITB Peduli serta penerimaan langsung oleh Reje Kampung Jamat, Yusradi, juga mencerminkan adanya kolaborasi antara aparat, pemerintah kampung, dan unsur relawan dalam membantu warga.
Kapolres Aceh Tengah menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Kapolda Aceh kepada masyarakat dan personel dalam menyambut Ramadhan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat serta personel dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” ujarnya.
Selain untuk masyarakat terdampak, bantuan kurma juga dibagikan kepada personel Polres, Polsek jajaran, dan BKO Brimob Polda Aceh. Langkah ini menunjukkan perhatian pimpinan kepada anggota yang tetap menjalankan tugas di lapangan selama bulan suci.
Reje Kampung Jamat, Yusradi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menilai perhatian tersebut sangat berarti bagi warganya yang terdampak bencana. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh perwakilan personel atas perhatian dan kepedulian Kapolda Aceh kepada anggota dan masyarakat.
Secara lebih luas, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra humanis Polri di tengah masyarakat. Momentum Ramadhan dimanfaatkan tidak hanya sebagai waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga mempererat solidaritas sosial.
Penyaluran bantuan ini mencerminkan peran kepolisian yang tidak hanya berfokus pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam situasi sulit.
Jika konsisten dilakukan, pendekatan humanis seperti ini berpotensi memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Aceh Tengah serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
(Editor : Sentralmedia.id)

