Ende,Sentralmedia.id – Angin kencang disertai hujan deras yang melanda Desa Nabe, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, pada Kamis 23 Januari 2026 menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga dan fasilitas umum. Beberapa warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati.
Berdasarkan penelusuran Sentralmedia.id, atap rumah warga beterbangan, dinding bangunan roboh, serta kaca jendela pecah akibat terjangan angin badai yang berlangsung selama beberapa jam.
Salah satu korban, Agus Tinus Lela, mengatakan dirinya bersama keluarga harus sementara waktu tinggal di rumah tetangga.
“Saat ini saya bersama anak istri numpang di rumah tetangga. Atap rumah kami dibawa terbang angin badai,” ujar Agus, Jumat (25/1/2026).
Agus menjelaskan, di Dusun Nabe 3 RW 06, sedikitnya lima kepala keluarga mengalami kerusakan rumah berat. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga terdampak.
“Bangunan sekolah dasar, Polindes, dan kantor desa ikut rusak. Atap dan kaca jendela banyak yang hancur,” jelasnya.
Kondisi ini mengganggu aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.
Hasil investigasi Sentralmedia.id juga menemukan dampak lanjutan pada sektor ekonomi warga. Lahan pertanian mengalami kerusakan akibat hujan deras, sementara nelayan tidak dapat melaut karena cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Situasi tersebut menyebabkan sebagian warga kehilangan sumber penghasilan harian, sehingga meningkatkan kerentanan ekonomi pasca bencana.
Hingga beberapa hari pasca kejadian, warga mengaku belum menerima bantuan langsung dari pemerintah. Bantuan darurat seperti terpal, bahan makanan, dan perbaikan sementara rumah belum terlihat di lokasi terdampak.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Nabe menyatakan pemerintah desa telah melakukan pendataan dan proses administrasi tahap awal untuk penanganan bencana.
“Kami sedang melakukan pendataan dan mengupayakan langkah cepat penanganan bagi warga terdampak,” ujarnya.
Namun, warga berharap proses tersebut segera diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.
Masyarakat Dusun Nabe 3 RW 06 mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera menyalurkan bantuan darurat dan melakukan perbaikan rumah warga yang rusak parah.
Warga juga meminta perhatian terhadap sektor pertanian dan nelayan yang terdampak, agar roda ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.
Bencana angin badai ini menambah daftar panjang kejadian cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Ende, sekaligus menjadi ujian kesiap siagaan pemerintah dalam merespon kebutuhan mendesak warga di daerah rawan bencana.
Pewarta : Anjas
(Ered/Sentralmedia.id)

