Lampung Selatan, Sentralmedia.id – Tragedi memilukan terjadi di lokasi pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Karya Mulya Sari 2, Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Seorang pekerja bangunan bernama Mamin (44) meninggal dunia saat proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum difungsikan.
Seorang pekerja bangunan bernama Mamin (44) meninggal dunia saat proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum difungsikan. Padahal, dapur MBG tersebut berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari dan mengusung nama program sosial.
Korban diketahui meninggal dunia akibat tersengat listrik saat bekerja di area proyek. Informasi ini diperoleh dari keterangan warga sekitar serta pengakuan anak sulung korban, Kiki (19).
“Kejadiannya bulan Desember kemarin. Saya baru tahu sekitar satu jam setelah kejadian. Bapak sempat dibawa ke rumah sakit, tapi sudah meninggal di perjalanan,” ungkap Kiki dengan suara bergetar.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, ayahnya saat itu sedang mengerjakan bangunan di atas pos jaga yang menyatu dengan toren air. Lokasi tersebut berada tepat di bawah jaringan kabel listrik aktif.
“Adik saya masih SMP. Sekarang bapak sudah tidak ada, kami benar-benar kebingungan. Harapan saya cuma satu, adik saya bisa tetap sekolah,” tuturnya lirih.
Sejak kepergian Mamin, kondisi keluarga kian terpuruk. Sang istri dikabarkan sering jatuh sakit. Kiki, anak pertama, terpaksa menghentikan pendidikannya demi mencari nafkah, sementara adiknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit.
Sementara itu, Yudis yang disebut sebagai penanggung jawab SPPG Dapur MBG mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa kematian tersebut. Ia berdalih baru mulai bekerja setelah pergantian tahun.
“Saya tidak tahu soal kejadian itu karena baru masuk kerja tanggal 3 Januari 2026. Coba konfirmasi ke pemilik dapur, Pak Agus Qowo, atau ke Pak Rosidin,” ujarnya singkat.
Namun upaya konfirmasi kepada Agus Qowo yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan salah satu mantan anggota DPRD Lampung Selatan berinisial AJ belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.
Di sisi lain, Rosidin membenarkan adanya peristiwa kematian pekerja di proyek tersebut. Ia menyebut persoalan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah lama kejadiannya, sudah adem. Jangan dipanas-panasi lagi,” ucapnya, seraya meminta agar penelusuran media dihentikan.
Baca Juga: Laskar Lampung Apresiasi Polres Metro soal RPH Babi Yosodadi
Minimnya informasi terbuka, sulitnya akses klarifikasi dari pihak terkait, serta sepinya pemberitaan memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Mengapa kematian pekerja di proyek sosial ini terkesan ditutupi?
Publik berhak memperoleh penjelasan yang transparan dan akuntabel, terlebih proyek tersebut membawa nama program kemanusiaan dan berada di bawah institusi yang semestinya menjunjung tinggi keselamatan serta perlindungan tenaga kerja.
(Ered/Sentralmedia.id)

