Bogor, Sentralmedia.id  – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026). Pertemuan ini dilakukan sesaat setelah Presiden kembali dari lawatan luar negeri.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah mengevaluasi perkembangan sejumlah program strategis nasional yang tengah dijalankan oleh kementerian dan lembaga terkait. Presiden Prabowo menekankan pentingnya laporan langsung dari para pejabat untuk memastikan program prioritas berjalan sesuai target dan kebutuhan nasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu, Presiden menerima laporan perkembangan dari berbagai sektor. Menteri Koordinator Bidang Pangan memaparkan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan kondisi serta kebijakan terkini di sektor minyak dan gas bumi.
Di bidang pendidikan dan sumber daya manusia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) melaporkan perkembangan kerja sama pendidikan perguruan tinggi, bidang teknik, serta sektor mineral dan batu bara. Menteri Keuangan memberikan paparan mengenai sektor perbankan dan stabilitas keuangan nasional.
Presiden juga menerima laporan strategis di bidang pertahanan dan keamanan dari Menteri Pertahanan bersama Panglima TNI, termasuk kesiapan dan sinergi pertahanan nasional. Selain itu, Jaksa Agung menyampaikan perkembangan penertiban kawasan hutan sebagai bagian dari penegakan hukum dan perlindungan sumber daya alam.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menko Pangan, Menteri ESDM, Menteri Sekretaris Negara, Mendiktisaintek, Menteri Keuangan, Panglima dan Wakil Panglima TNI, Jaksa Agung, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), serta Sekretaris Kabinet.
Rapat ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk melakukan pengawasan langsung terhadap agenda strategis pemerintahan serta memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif demi percepatan pembangunan nasional.
(Ered/Sentralmedia.id)

