More

    Jalan Pesisir Talud Negeri Hatu Rusak Diterjang Ombak

    Kerusakan talud di Negeri Hatu, Leihitu Barat, Maluku Tengah akibat hantaman ombak mendapat sorotan ARAPJAM.

    Maluku,Sentralmedia.id – Kerusakan talud di wilayah pesisir Negeri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi perhatian serius masyarakat serta sejumlah elemen sipil. Talud yang berfungsi sebagai penahan abrasi di sisi jalan utama tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman gelombang laut yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.

    Hingga kini, kerusakan infrastruktur tersebut dinilai belum mendapatkan penanganan darurat yang memadai dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga karena talud berada tepat di jalur pesisir yang menjadi akses utama penghubung sejumlah desa di wilayah Leihitu Barat.

    Jalan pesisir yang berada di samping talud tersebut setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari kegiatan ekonomi, perjalanan menuju sekolah, hingga akses ke fasilitas pelayanan kesehatan. Apabila kerusakan talud terus dibiarkan tanpa adanya penanganan yang cepat, abrasi dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi menggerus badan jalan yang berada di atasnya.

    Situasi tersebut mendapat sorotan dari Aliansi Rakyat Pengawas Jalan Maluku (ARAPJAM), organisasi masyarakat yang aktif mengawasi kondisi pembangunan dan infrastruktur jalan di wilayah Maluku. Mereka menilai lambannya respons pemerintah daerah terhadap persoalan ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kondisi infrastruktur yang secara langsung memengaruhi mobilitas dan keselamatan masyarakat.

    Koordinator ARAPJAM, Agus, menegaskan bahwa kerusakan talud di Negeri Hatu tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Menurutnya, apabila kerusakan tersebut tidak segera ditangani, dampaknya dapat meluas dan mengancam badan jalan yang berada di atas struktur talud tersebut.

    Agus menjelaskan bahwa talud memiliki fungsi penting sebagai penahan gelombang laut sekaligus pelindung badan jalan dari ancaman abrasi. Apabila struktur talud terus terkikis oleh gelombang laut, maka risiko kerusakan jalan akan semakin besar dan dapat mengganggu kelancaran akses transportasi masyarakat.

    Baca Juga:  Vox anak desa yang tercecer dan terlupakan

    Ia juga mengungkapkan bahwa warga setempat telah lama mengkhawatirkan kondisi talud yang semakin melemah akibat gelombang laut, terutama saat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Dalam kondisi tertentu, air laut bahkan kerap menghantam bagian talud secara langsung sehingga menyebabkan sebagian struktur penahan mengalami kerusakan.

    Namun hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya langkah konkret dari pemerintah untuk melakukan penanganan awal, seperti pemasangan penahan sementara atau penguatan struktur talud yang mulai rusak.

    Menurut ARAPJAM, langkah penanganan dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih luas. Jika kerusakan talud semakin parah, bukan tidak mungkin badan jalan yang berada di atasnya akan ikut terdampak bahkan berpotensi mengalami kerusakan serius.

    Kerusakan infrastruktur tersebut juga tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan pesisir tersebut merupakan jalur distribusi hasil pertanian, perikanan, serta kebutuhan logistik warga di sejumlah desa di Kecamatan Leihitu Barat.

    Jika badan jalan sampai rusak atau bahkan terputus akibat abrasi, distribusi barang dan mobilitas masyarakat akan terganggu. Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan juga dapat terhambat apabila jalan tersebut tidak lagi aman dilalui.

    Melihat kondisi tersebut, ARAPJAM mendesak pemerintah daerah segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi kerusakan. Mereka juga meminta agar perbaikan talud di Negeri Hatu dimasukkan sebagai salah satu prioritas dalam program pembangunan infrastruktur daerah.

    Menurut ARAPJAM, infrastruktur jalan merupakan urat nadi aktivitas masyarakat yang harus dijaga keberlanjutannya. Karena itu, kerusakan yang terjadi tidak boleh diabaikan dan perlu segera mendapatkan penanganan yang cepat serta tepat.

    “Ini bukan sekadar persoalan talud yang rusak, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Pemerintah harus segera bertindak agar kerusakan tidak semakin meluas,” ujar Agus.

    Baca Juga:  MI diskusi Dorong Hukum Berbasis Moral Nusantara

    (Ered/Sentralmedia.id)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    ARTIKEL POPULER