Tulang Bawang, Sentralmedia.id – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru agama terhadap siswi sekolah dasar di Kabupaten Tulang Bawang terus bergulir dan semakin menyita perhatian publik. Hingga kini, sikap terbuka dari pihak sekolah tempat dugaan peristiwa tersebut terjadi belum juga terlihat.
Sekolah yang dimaksud adalah SD Negeri 02 Gunung Sakti, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang. Tim awak media telah berulang kali mendatangi sekolah tersebut untuk meminta klarifikasi resmi terkait dugaan kasus tersebut. Namun, upaya konfirmasi tidak membuahkan hasil. Kepala sekolah terkesan memilih bungkam dan menghindar, tanpa memberikan penjelasan kepada publik.
Tak hanya mendatangi lingkungan sekolah, tim media juga berupaya menemui kepala sekolah di kediaman pribadinya. Sayangnya, upaya tersebut kembali menemui jalan buntu. Tidak ada respons ataupun pernyataan yang diberikan. Sikap diam ini justru memicu spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat, seolah terdapat hal yang sengaja ditutupi dalam perkara yang menyangkut keselamatan serta martabat anak didik.
Sementara itu, oknum guru agama yang diduga sebagai terlapor dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak kasus ini mencuat ke publik. Yang bersangkutan tidak lagi terlihat di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Upaya konfirmasi secara langsung pun gagal dilakukan, menambah daftar kejanggalan dalam penanganan kasus ini.
Sikap menghindar dari kedua pihak tersebut dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Apalagi, dugaan kasus ini menyangkut pelecehan terhadap anak di bawah umur, yang merupakan kejahatan serius dan tidak boleh dipandang ringan, terlebih terjadi di lingkungan pendidikan dasar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak.
Tim media menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas. Dalam waktu dekat, awak media berencana mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang guna meminta penjelasan resmi serta sikap tegas institusi terhadap dugaan pelanggaran berat yang mencoreng dunia pendidikan.
Desakan publik pun terus menguat. Masyarakat berharap, apabila dugaan ini terbukti secara hukum, sanksi tegas dijatuhkan tanpa kompromi, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat terhadap oknum guru yang terlibat. Pasalnya, tindakan semacam ini dinilai merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan serta berpotensi menimbulkan trauma mendalam bagi korban.
Sebelumnya, tim media juga telah mendatangi Polres Tulang Bawang untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan. Dari pihak kepolisian disampaikan bahwa langkah awal telah dilakukan.
“Kami sudah melakukan pemnggilan terhadap oknum guru dan kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi,”ujar seorang petugas jaga di Mapolres Tulang Bawang.
Kini, publik menanti ketegasan aparat penegak hukum serta instansi terkait. Kasus dugaan pelecehan di SD Negeri 02 Gunung Sakti, Kecamatan Menggala, menjadi ujian serius dalam upaya perlindungan anak dibawa umur, atau justru membiarkan dunia pendidikan tercoreng oleh pembiaran dan kebisuan.
Editor : Muhamad Amril

