More

    Pelaku Pelecehan Seksual Anak Yatim Kembali Berulah

    Terduga pelaku kembali muncul, mencekik leher ibu korban, mengarahkan pisau, dan melontarkan ancaman serius "kamu juga saya bunuh."

    Tulang Bawang, Sentralmedia.id  – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak yatim yang sebelumnya telah diberitakan oleh sejumlah media lokal di Kabupaten Tulang Bawang kembali memantik sorotan publik. Pasalnya, terduga pelaku berinisial Samsul, yang telah dilaporkan ke Polres Tulang Bawang, hingga kini masih bebas berkeliaran dan kembali diduga melakukan aksi kriminal berupa pengancaman dengan senjata tajam terhadap keluarga korban.

    Kasus pelecehan seksual tersebut diketahui terjadi secara berulang hingga korban, seorang anak yatim, melahirkan seorang bayi yang diduga kuat merupakan hasil dari perbuatan pelaku. Namun ironisnya, meski perkara ini telah dilaporkan secara resmi dan menjadi konsumsi publik, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

    Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat siang, sekitar pukul 10.30 WIB, di sebuah warung yang berlokasi di Jalan Maharou Batang, Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

    Saat itu, kakak ipar korban (menantu keluarga korban) hendak berbelanja di warung yang jaraknya hanya sekitar 70 meter dari rumah korban. Tiba-tiba, terduga pelaku Samsul datang dan mengancam korban dengan sebilah pisau, sambil mengucapkan kalimat “Awas, nanti kamu juga saya bunuh.”

    Ancaman tersebut membuat korban ketakutan hingga menangis dan tidak berani pulang ke rumah. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu menyarankan korban agar segera pulang dengan hati-hati.

    Tak berselang lama, ibu korban pelecehan seksual menyusul ke warung tersebut. Namun situasi justru semakin mencekam. Terduga pelaku kembali muncul, mencekik leher ibu korban, mengarahkan pisau, dan melontarkan ancaman serius “kamu juga saya bunuh.”

    Aksi ini jelas menimbulkan trauma mendalam dan ketakutan bagi keluarga korban, yang merasa keselamatan mereka terancam secara nyata.

    Baca Juga:  Komisi III DPR Soroti Penyitaan Berlebihan di RUU Aset

    Dalam kondisi tertekan dan takut, keluarga korban kemudian menghubungi pihak media. Meski berada di luar kecamatan, jurnalis akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 14.52 WIB untuk melakukan konfirmasi langsung kepada korban dan keluarga.

    Hasil konfirmasi membenarkan bahwa ancaman tersebut benar terjadi, dan terduga pelaku Samsul kembali melakukan tindakan intimidasi yang dinilai tidak manusiawi. Kondisi ini menimbulkan kesan seolah-olah Kabupaten Tulang Bawang menjadi “wilayah tanpa hukum” bagi pelaku, yang bebas mengancam siapa pun tanpa rasa takut terhadap aparat.

    Situasi ini memunculkan pertanyaan serius dari masyarakat dan publik luas:

    • Ada apa dengan kinerja Polres Tulang Bawang?
    • Mengapa laporan kasus pelecehan seksual anak yatim dan pengancaman ini belum menunjukkan kejelasan hukum?
    • Di mana profesionalisme dan keberpihakan hukum terhadap korban?

    Kasus ini bukan sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan menyangkut perlindungan anak, perempuan, dan rasa aman masyarakat. Jika tidak segera ditindaklanjuti secara tegas, maka kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dikhawatirkan semakin tergerus.

    Publik kini menunggu: apakah hukum benar-benar hadir untuk melindungi korban, atau justru tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

    (Tred/Sentralmedia.id)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    ARTIKEL POPULER