More

    IRGC Hujani Tel Aviv dengan Rudal Khorramshahr-4

    IRGC mengklaim meluncurkan rudal Khorramshahr-4 ke Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion dalam gelombang ke-19 Operasi True Promise 4.

    Tel Avi, Sentralmedia.id  – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah meluncurkan rudal balistik berat ke wilayah Israel pada Kamis dini hari.

    Dalam pernyataan resmi yang dirilis media Iran, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-19 dalam operasi militer yang mereka sebut Operation True Promise 4. Operasi ini disebut sebagai rangkaian serangan balasan Iran terhadap Israel dan target yang berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

    Menurut pernyataan tersebut, sejumlah rudal berat Khorramshahr‑4 missile diluncurkan menuju beberapa target strategis di Israel, termasuk pusat kota Tel Aviv, Ben Gurion Airport, serta pangkalan skuadron ke-27 Angkatan Udara Israel yang berada di kompleks bandara tersebut.

    IRGC menyatakan bahwa setiap rudal yang diluncurkan membawa hulu ledak sekitar satu ton bahan peledak. Peluncuran dilakukan pada waktu subuh dengan sandi operasi “Ya Hassan ibn Ali”. Rudal tersebut juga disebut diluncurkan bersamaan dengan pengerahan drone tempur untuk meningkatkan efektivitas serangan.

    Dalam pernyataan yang sama, IRGC mengklaim bahwa kombinasi serangan rudal dan drone tersebut berhasil menembus beberapa lapisan sistem pertahanan udara di wilayah Israel, sehingga menciptakan dampak signifikan terhadap target yang disasar.

    Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pemerintah Israel mengenai klaim keberhasilan serangan tersebut maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

    Selain serangan terhadap Israel, IRGC juga mengklaim bahwa dalam gelombang ke-18 operasi yang sama, sebanyak 20 target militer Amerika Serikat di kawasan Teluk turut diserang.

    Target yang disebut berada di wilayah Bahrain, United Arab Emirates, serta Kuwait, yang diketahui menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

    Baca Juga:  Bocah 14 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob

    IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas cabang angkatan bersenjata Iran dengan pola serangan multi-arah dan simultan.

    Dalam pernyataan yang bernada keras, IRGC juga menyinggung keberadaan pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dan memperingatkan bahwa aparat militer Iran siap menghadapi setiap operasi militer yang dilakukan Washington.esar

    Rudal Khorramshahr-4 dikenal sebagai salah satu rudal balistik berat terbaru dalam arsenal Iran. Rudal ini merupakan pengembangan dari keluarga rudal Khorramshahr yang pertama kali diperkenalkan Iran pada 2017.

    Menurut sejumlah laporan pertahanan, rudal ini memiliki jangkauan antara 1.000 hingga 2.000 kilometer dan mampu membawa hulu ledak dengan bobot hingga sekitar 1.800 kilogram bahan peledak.

    Dengan jangkauan tersebut, rudal Khorramshahr dapat menjangkau berbagai target strategis di Timur Tengah, termasuk wilayah Israel. Beberapa laporan juga menyebut bahwa varian terbaru rudal ini memiliki kecepatan tinggi serta kemampuan membawa hulu ledak berat untuk meningkatkan daya hancur terhadap target militer.

    Media internasional melaporkan bahwa rudal Khorramshahr-4 termasuk salah satu senjata paling berat yang digunakan Iran dalam serangan terbaru ke Israel, di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan tersebut.

    Serangan rudal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan udara dan rudal yang menargetkan fasilitas militer maupun infrastruktur strategis.

    Iran menyatakan bahwa operasi True Promise 4 akan terus berlanjut sebagai respons terhadap serangan yang disebut dilakukan oleh Israel dan sekutunya. Di sisi lain, Israel belum memberikan keterangan resmi terkait rincian dampak dari serangan tersebut.

    Para analis keamanan menilai penggunaan rudal balistik berat seperti Khorramshahr-4 menandai eskalasi baru dalam konflik Iran dan Israel. Penggunaan senjata jarak jauh dengan daya ledak besar dinilai meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas, terutama jika melibatkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

    Baca Juga:  Adu Strategi Pelatih Indonesia di Piala AFF Usia 17 2026

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    ARTIKEL POPULER