spot_img

Prof Sutan Nasomal: Warga Nagekeo NTT Butuh Bantuan Darurat

Prof Sutan Nasomal meminta pemerintah segera membantu masyarakat terdampak gempa di NTT yang membutuhkan tenda, makanan, minuman dan obat-obatan

Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sentral Media – Prof. Sutan Nasomal, SH., MH., meminta Presiden RI Haji Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026).

Prof. Sutan Nasomal menyampaikan permintaan itu setelah menerima laporan mengenai kondisi masyarakat di sejumlah wilayah NTT yang terdampak gempa. Menurut laporan tersebut, banyak warga mengalami kerusakan rumah dan membutuhkan tempat tinggal sementara, makanan, minuman, serta obat-obatan.

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

“Saya berharap kiranya Yth. Bapak Haji Prabowo Subianto urgen memerintahkan seluruh pimpinan tinggi negara maupun kepala daerah, Gubernur, Bupati, Walikota. Jangan lengah bila di daerahnya terjadi bencana apa pun. Gunakan dana yang tidak terduga untuk mengantisipasi, menolong, membantu masyarakat yang terkena atau ditimpa musibah bencana alam,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Prof. Sutan Nasomal menyampaikan pernyataan itu saat memberikan tanggapan mengenai bencana di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia menyampaikannya dari kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Cijantung, Jakarta, pada 23 Agustus 2026 melalui telepon seluler.

Masyarakat Membutuhkan Tenda dan Bantuan Dasar

Prof. Sutan Nasomal juga menerima laporan dari Bernadus mengenai kondisi masyarakat di wilayah terdampak. Bernadus melaporkan bahwa puluhan ribu rumah mengalami kerusakan sehingga warga tidak lagi dapat menghuninya.

Akibat kerusakan tersebut, masyarakat terpaksa tidur di luar rumah karena tidak memiliki tenda. Kondisi itu membuat kebutuhan tempat perlindungan sementara menjadi sangat mendesak.

Bernadus juga melaporkan bahwa aliran listrik masih padam di banyak wilayah. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara akurat.

Baca Juga:  PTPN IV Regional II Bantu Infrastruktur dan Sosial Rp369,5 Juta

Selain tempat tinggal sementara, masyarakat membutuhkan makanan, minuman, dan obat-obatan. Anak-anak berusia satu bulan hingga lima tahun yang membutuhkan makanan khusus juga memerlukan perhatian.

Para lansia juga menghadapi kondisi yang tidak mudah. Mereka harus berada di ruang terbuka setelah kerusakan membuat rumah tidak lagi dapat digunakan.

Warga Terluka Mendapat Perawatan Seadanya

Bernadus melaporkan bahwa bangunan menimpa sejumlah warga hingga mereka mengalami luka-luka dan patah tulang. Para korban kemudian mendapatkan bantuan kesehatan seadanya di Puskesmas.

Bernadus menilai pemerintah pusat dan pemerintah NTT perlu bergerak cepat agar bantuan segera sampai kepada masyarakat terdampak.

Ia juga melaporkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Gereja dan masjid mengalami kerusakan parah. Sekolah serta gedung pemerintahan juga mengalami kondisi serupa.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan tenda sebagai tempat perlindungan sementara. Tenda menjadi salah satu kebutuhan utama warga setelah kerusakan membuat rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.

Ribuan Rumah Rusak di Sejumlah Wilayah

Bernadus juga menyampaikan data kerusakan rumah di sejumlah wilayah NTT.

Gempa merusak 6.541 rumah di Kabupaten Manggarai Barat. Kerusakan tersebut terdiri atas 2.539 rumah rusak berat, 1.039 rumah rusak sedang, dan 2.963 rumah rusak ringan.

Sementara itu, laporan tersebut mencatat 4.914 rumah di Kabupaten Ngada mengalami kerusakan akibat gempa.

Laporan itu juga menyebut 11.862 warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengungsi setelah gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Mbay-Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Gempa tersebut juga merusak 2.560 rumah warga.

Menurut naskah yang disampaikan, para relawan BNPB memberikan data sementara tersebut.

Kerusakan Jalan Hambat Pengiriman Bantuan

Selain rumah dan fasilitas umum, kerusakan jalan juga menjadi perhatian. Bernadus melaporkan kerusakan di banyak ruas jalan.

Baca Juga:  Proyek Dapur MBG Candipuro Telan Korban Jiwa

Kerusakan tersebut membuat kendaraan sulit melewati sejumlah wilayah. Kondisi itu juga dapat menghambat mobilitas masyarakat dan pengiriman bantuan kepada para pengungsi.

Bernadus yang berusia 60 tahun mengaku tidak dapat berbuat banyak menghadapi kondisi tersebut. Masyarakat membutuhkan bantuan dan penanganan cepat untuk menghadapi situasi pascabencana.

Prof Sutan Nasomal Minta Pemerintah Tidak Lalai

Prof. Sutan Nasomal meminta para pemimpin negara dan kepala daerah tidak lengah ketika bencana terjadi di wilayah masing-masing.

“Jangan lalai para pemimpin negara, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota karena selama ini Anda lalai. Dan janganlah bantuan kemanusiaan malah Anda tilep korupsi,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Ia menekankan pentingnya pemerintah menggunakan sumber daya yang tersedia untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.

Menurut laporan yang diterimanya, masyarakat saat ini menghadapi berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari tenda, makanan, minuman, obat-obatan hingga layanan kesehatan.

Anak-anak dan lansia juga membutuhkan perhatian khusus karena mereka harus menghadapi situasi darurat setelah kerusakan rumah.

Prof. Sutan Nasomal berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak di NTT.

Narasumber: Prof. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH, Rektor Univ. STIA-STIH Pronass.

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER