Waspada, Sentralmedia.id – Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok tawaran hadiah undian yang mengatas namakan tokoh publik Dedy Mulyadi Gubernur Jawa Barat. Modus ini kembali beredar melalui pesan singkat, aplikasi percakapan, hingga media sosial dengan iming-iming hadiah bernilai besar.
Dalam pesan yang beredar, pelaku mengklaim penerima terpilih sebagai pemenang undian dan meminta korban menghubungi nomor tertentu atau mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi, pajak, atau proses pencairan hadiah. Pelaku bahkan kerap mencatut foto, video, dan logo resmi untuk meyakinkan calon korban.
Perlu ditegaskan bahwa Dedy Mulyadi tidak pernah menyelenggarakan undian berhadiah secara pribadi maupun meminta transfer dana kepada masyarakat. Segala bentuk permintaan uang, data pribadi, maupun kode OTP yang mengatas namakan tokoh publik patut dicurigai sebagai tindak penipuan.
Pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran hadiah yang datang secara tiba-tiba. “Ciri utama penipuan adalah adanya tekanan waktu dan permintaan uang atau data pribadi. Jika ragu, pastikan kebenarannya melalui kanal resmi,” ujarnya.
Masyarakat yang menerima pesan serupa disarankan untuk tidak menanggapi, tidak mengklik tautan yang dikirimkan, serta segera memblokir nomor pelaku. Selain itu, korban atau penerima pesan penipuan dapat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian atau melalui layanan pengaduan siber yang tersedia.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan bersama, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari praktik penipuan yang merugikan dan mencederai nama baik tokoh publik.
(Ered/Sentralmedia.id)

