spot_img

Flores Bergetar, Tanah Menangis: Duka di Pagi yang Seharusnya Tenang

Sentral Media, Pagi belum sepenuhnya membuka mata ketika bumi tiba-tiba berguncang. Tanah Flores yang selama ini menjadi tempat berpijaknya kaki, tempat anak-anak berlari, tempat para ibu menunggu kepulangan anaknya, dan tempat para ayah menggantungkan harapan, mendadak bergetar begitu kuat.
Sabtu pagi itu, Flores kembali diingatkan bahwa bumi juga memiliki bahasa kesedihan.
Gempa kuat mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya. Dalam hitungan detik, rumah-rumah bergoyang, dinding bergetar, suara tangis pecah, dan kepanikan menyebar dari satu sudut kampung ke kampung lainnya.
Ada yang berlari keluar rumah sambil menggenggam tangan anaknya.
Ada ibu yang memeluk bayinya erat-erat.
Ada orang tua yang hanya mampu berdoa, memohon agar rumah yang mereka bangun dengan susah payah tidak runtuh menimpa keluarga.
Dan di tengah kepanikan itu, Flores seperti sedang menangis.
Bukan karena tanahnya tidak kuat.
Tetapi karena di atas tanah itu hidup begitu banyak manusia sederhana yang menggantungkan seluruh hidupnya pada sebuah rumah, sebuah kampung, sebuah keluarga.
Flores bukan sekadar pulau. Flores adalah rumah bagi jutaan kenangan.
Di setiap rumah yang berguncang, ada cerita.
Di setiap jalan yang retak, ada langkah kehidupan.
Di setiap mata yang berkaca-kaca, ada ketakutan kehilangan seseorang yang dicintai.
Gempa tidak pernah mengetuk pintu.
Ia datang tanpa permisi.
Ia tidak bertanya apakah manusia sedang siap.
Ia hanya mengguncang bumi, lalu meninggalkan manusia dalam kesunyian yang penuh kecemasan.
Namun di tengah kesedihan itu, masih ada satu kekuatan yang tidak boleh runtuh: harapan.
Hari ini mungkin Flores menangis.
Tetapi Flores tidak boleh menyerah.
Tangan-tangan harus saling menggenggam. Mereka yang kuat harus membantu mereka yang lemah. Mereka yang selamat harus mencari mereka yang membutuhkan pertolongan.
Dan di antara reruntuhan, semoga masih ditemukan kehidupan.
Di antara air mata, semoga tumbuh keberanian.
Di antara ketakutan, semoga hadir pertolongan.
Tuhan, jagalah Flores.
Jagalah anak-anak yang ketakutan.
Jagalah para ibu yang memeluk keluarganya.
Jagalah para ayah yang berusaha tetap kuat meski hatinya gemetar.
Dan jika ada saudara-saudara kami yang menjadi korban, terimalah mereka dalam kedamaian-Mu.
Sebab pagi ini, Flores tidak hanya diguncang oleh gempa.
Flores sedang diuji oleh kehilangan, ketakutan, dan kesedihan.
Tetapi sebagaimana matahari selalu kembali setelah malam yang panjang, semoga harapan juga kembali menyinari tanah Flores.
Flores boleh menangis hari ini.
Tetapi Flores akan bangkit kembali.
Semoga setiap doa yang terucap dari rumah-rumah yang ketakutan menjadi cahaya bagi mereka yang sedang mencari jalan pulang.
Doa dan duka kami untuk Flores.

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER