KAYUAGUNG, Jumat(4/9/2026) SENTRAL MEDIA – Seorang warga Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berinisial XY, mengaku kecewa setelah pihak terkait menarik kembali bantuan beras yang ia terima selama tiga hari.
XY yang telah lanjut usia (lansia) mempertanyakan alasan penarikan bantuan tersebut. Sebelumnya, ia mengaku tidak mengetahui secara jelas perubahan statusnya sebagai penerima bantuan.
“Saya kecewa. Baru tiga hari menerima bantuan beras, kemudian ditarik lagi. Katanya karena desil,” ujar XY saat ditemui, Kamis (3/9/2026).
Menurut XY, pemerintah maupun pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai statusnya sebagai penerima bantuan. Ia juga ingin mengetahui dasar penetapan dan perubahan data tersebut.
XY mengaku belum memahami secara rinci istilah desil. Ia juga belum mengetahui mekanisme yang menentukan warga masuk atau tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.
“Saya hanya berharap ada kejelasan. Kalau memang tidak memenuhi syarat, tolong dijelaskan berdasarkan data apa. Kalau memang masih berhak, jangan bantuan yang sudah diberikan kemudian ditarik lagi,” katanya.
Lurah Jua-Jua Jelaskan Bantuan Beras Ditarik
Sementara itu, Lurah Jua-Jua, Yuliana Marheni, memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Yuliana mengatakan, hasil pengecekan data penerima bantuan menunjukkan XY masuk dalam desil 5.
Menurut Yuliana, data yang menjadi dasar penyaluran bantuan menetapkan penerima pada kategori desil 1 hingga desil 4.
“Setelah kami cek, ternyata warga XY itu desil 5. Di sisi lain, yang berhak mendapatkan bantuan itu desil satu sampai empat,” ujar Yuliana.
Yuliana menjelaskan, XY menerima bantuan karena terjadi kekeliruan dalam proses pengecekan atau penyaluran. Setelah pihaknya melakukan pengecekan, status XY dalam data penerima menunjukkan desil 5.
“Sedangkan Pak XY itu masuk desil 5. Jika kami memberikan, itu artinya keteledoran kami. Kalau bantuan tidak ditarik, berarti kami yang salah,” kata Yuliana.
Penjelasan tersebut menjadi dasar pihak kelurahan dalam mengambil keputusan terkait bantuan beras yang sebelumnya diterima XY.
Warga Meminta Kejelasan Status Bantuan
Persoalan ini menunjukkan pentingnya ketelitian dalam proses verifikasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Pemerintah perlu memastikan bantuan tersalurkan kepada warga yang memenuhi kriteria berdasarkan data yang berlaku. Pada saat yang sama, pemerintah juga perlu memberikan penjelasan kepada warga yang mengalami perubahan status penerima.
Bagi masyarakat, kejelasan informasi menjadi hal penting. Warga perlu mengetahui alasan ketika status penerima bantuan berubah. Mereka juga perlu memahami dasar data yang digunakan dalam menentukan penerima bantuan.
Dalam kasus XY, persoalan muncul setelah ia menerima bantuan beras selama tiga hari. Setelah itu, pihak terkait menarik kembali bantuan tersebut karena hasil pengecekan menunjukkan XY masuk dalam desil 5.
XY kemudian mempertanyakan dasar perubahan tersebut. Ia berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar dirinya memahami status bantuan yang sebelumnya ia terima.
Terlebih, XY merupakan warga lanjut usia yang mengaku membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Transparansi Data Penerima Bantuan
Karena itu, transparansi mengenai mekanisme penetapan desil dan proses pemutakhiran data menjadi penting. Pemerintah juga perlu memberikan informasi mengenai prosedur bagi masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan hasil pendataan.
Kejelasan tersebut dapat membantu masyarakat memahami bagaimana pemerintah menentukan penerima bantuan. Informasi yang terbuka juga dapat mengurangi potensi kesalahpahaman antara warga dan pihak yang menyalurkan bantuan.
Selain itu, ketelitian dalam proses pengecekan data menjadi bagian penting sebelum bantuan diberikan kepada masyarakat. Dengan proses verifikasi yang cermat, pihak penyalur dapat mengurangi kemungkinan kesalahan dalam menentukan penerima.
Namun, ketika terjadi perubahan atau kesalahan data, masyarakat juga membutuhkan penjelasan yang mudah dipahami. Penjelasan tersebut penting agar warga tidak hanya mengetahui hasil akhir, tetapi juga memahami alasan di balik keputusan tersebut.
Dalam persoalan yang dialami XY, keterangan dari pihak kelurahan menyebutkan bahwa hasil pengecekan menempatkan dirinya pada desil 5. Sementara itu, pihak kelurahan menjelaskan bahwa kategori penerima bantuan mencakup desil 1 hingga desil 4.
Dengan penjelasan yang terbuka dan data yang akurat, pemerintah dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Masyarakat pun dapat memperoleh kepastian mengenai hak dan status mereka sebagai penerima bantuan.
Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketepatan data dan keterbukaan informasi memiliki peran penting dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Kedua hal tersebut diperlukan agar proses bantuan berjalan sesuai ketentuan dan masyarakat memahami status mereka secara jelas.(Ahd)
Redaksi/Editor: Sentralmedia.id





