JAKARTA, SENTRAL MEDIA – Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH., mendesak pemerintah memperkuat pemberantasan narkoba dan menindak tegas jaringan peredaran narkotika yang masuk ke Indonesia.
Dalam pernyataannya kepada awak media, Jumat (04/09/2026), Prof. Sutan Nasomal menilai pemerintah tidak boleh memberikan toleransi kepada para pelaku jaringan narkoba. Ia menyebut bos besar, kurir, dan oknum aparat yang terbukti terlibat harus menghadapi hukuman tegas sesuai ketentuan hukum.
Ia juga meminta Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap ancaman narkoba yang menurutnya semakin membahayakan masyarakat Indonesia.
Prof Sutan Nasomal Soroti Hukuman Mati
Prof. Sutan Nasomal menyatakan pemerintah perlu menerapkan hukuman mati, termasuk hukuman tembak mati sesuai ketentuan hukum, terhadap pelaku kejahatan narkoba yang memenuhi syarat hukum.
Menurut dia, ketegasan tersebut penting untuk menghadapi jaringan narkoba yang menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan berbagai jenis narkotika.
“Tidak boleh ada toleransi,” tegas Prof. Sutan Nasomal.
Ia mengatakan pemerintah juga harus menindak oknum aparat yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba.
Begitu pula dengan warga negara Indonesia yang terbukti menyediakan fasilitas untuk mendukung kegiatan jaringan narkotika. Menurutnya, aparat penegak hukum harus memproses siapa pun yang terlibat sesuai ketentuan hukum.
Narkoba Ancam Generasi Muda
Selanjutnya, Prof. Sutan Nasomal menyoroti dampak narkoba terhadap masyarakat. Ia menyebut penyalahgunaan narkoba telah menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk orang dewasa dan anak-anak.
Menurutnya, korban penyalahgunaan narkoba membutuhkan proses pemulihan yang panjang. Ia juga menilai narkoba dapat merusak jaringan otak manusia dan memberikan dampak serius terhadap kehidupan korban.
Karena itu, Prof. Sutan Nasomal meminta pemerintah memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba. Ia juga mendorong perhatian lebih besar terhadap proses pemulihan para korban.
Prof. Sutan Nasomal menilai masuknya narkoba ke Indonesia bukan sekadar persoalan penegakan hukum.
Ia bahkan menyebut pihak yang memasukkan atau memproduksi narkoba di Indonesia sama saja mengajak perang terhadap Indonesia.
Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat
Dalam pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan narkoba.
Ia mengatakan masyarakat melihat Indonesia sebagai pasar besar jaringan narkoba. Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi ketika masih ada oknum yang mudah menerima suap.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Prof. Sutan Nasomal. Karena itu, dugaan keterlibatan aparat tetap membutuhkan pembuktian melalui proses hukum dan data dari lembaga berwenang.
Selain itu, Prof. Sutan Nasomal meminta para kepala kepolisian daerah atau Kapolda bertanggung jawab terhadap pemberantasan narkoba di wilayah masing-masing.
Menurutnya, Kapolda yang tidak mampu memutus jaringan narkoba di wilayah hukumnya seharusnya mengevaluasi tanggung jawab jabatannya.
“Seharusnya para KAPOLDA mundur dari jabatannya bila tak mampu memutus semua jaringan narkoba di wilayah kerjanya,” kata Prof. Sutan Nasomal.
Narkoba dan Judi Online Jadi Sorotan
Selain narkoba, Prof. Sutan Nasomal turut menyoroti persoalan judi online atau judol.
Ia menilai judi online juga mengancam perekonomian masyarakat karena aktivitas tersebut dapat menarik uang dalam jumlah besar.
Prof. Sutan Nasomal menyebut angka hingga ribuan triliun rupiah yang menurutnya dapat mengalir ke luar negeri melalui aktivitas judi online.
Angka tersebut merupakan klaim dari narasumber dan masih memerlukan verifikasi melalui data resmi lembaga terkait.
Menurutnya, pemerintah harus memutus jaringan mafia narkoba dan judi online secara serius.
Ia menilai kedua persoalan tersebut dapat memberikan dampak luas terhadap masyarakat dan negara apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas.
Desak Pemerintah Perkuat Pemberantasan Narkoba
Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal menyatakan Presiden Prabowo Subianto mengetahui persoalan narkoba dan judi online yang berkembang di Indonesia.
Karena itu, ia mendorong pemerintah mengambil langkah tegas untuk menghadapi jaringan kejahatan tersebut.
Menurut Prof. Sutan Nasomal, pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian, ketegasan, dan penegakan hukum yang konsisten.
Ia juga menegaskan bahwa aparat harus memproses siapa pun yang terbukti terlibat tanpa melihat latar belakang maupun posisi orang tersebut.
“Bila tidak mau perang melawan mafia narkoba dan mafia judi, Indonesia pasti hilang dari peta dunia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi seruan Prof. Sutan Nasomal kepada pemerintah agar memperkuat pemberantasan narkoba dan judi online.
Ia berharap negara tidak memberikan ruang bagi jaringan kejahatan yang dapat merugikan masyarakat.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Universitas STIA STIH Pronass Ketua Umum YPP Brigip.
Editor : Sentralmedia.id





