Jakarta, Sentralmedia.id – Gagasan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan kembali mencuat. Jalur tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan di kawasan Puncak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).
Pakar Hukum Internasional sekaligus pemerhati sosial kemasyarakatan, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., mengatakan pembangunan jalur kereta api di kawasan Bogor–Puncak–Cianjur (Bopunjur) sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kemacetan yang kerap terjadi, terutama saat musim liburan, telah berlangsung selama puluhan tahun dan berdampak pada aktivitas ekonomi maupun mobilitas wisatawan.
“Dengan adanya jalur kereta api, masyarakat akan memiliki alternatif transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien. Selain mengurangi kemacetan, pembangunan ini juga dapat meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat memberikan keterangan kepada sejumlah pimpinan redaksi media di Jakarta Timur, Senin (30/6/2026).
Ia berharap Presiden RI, Prabowo Subianto, dapat mempertimbangkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur nasional.
Menurut Prof. Sutan, kemacetan menuju kawasan Puncak pada akhir pekan maupun musim liburan sering kali membuat waktu tempuh dari Bogor menuju Cipanas atau Cianjur membengkak hingga berjam-jam. Kondisi tersebut dinilai mengurangi daya tarik wisata di wilayah Jawa Barat, meskipun kawasan tersebut memiliki potensi alam yang besar.
Ia juga berpendapat bahwa apabila proyek tersebut direalisasikan, peluang investasi dari negara-negara yang memiliki pengalaman di bidang perkeretaapian, seperti Jerman dan Jepang, terbuka untuk mendukung pengembangan infrastruktur transportasi di Indonesia. Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun calon investor terkait rencana investasi tersebut.
Lebih lanjut, Prof. Sutan menilai pembangunan jaringan kereta api tidak hanya akan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan usaha lokal, serta meningkatkan pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Menurutnya, banyak negara maju telah membuktikan bahwa transportasi berbasis rel mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendukung sektor pariwisata secara berkelanjutan. Karena itu, ia berharap pemerintah terus memperluas pembangunan jaringan kereta api ke berbagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan wisata.
Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah pusat maupun kementerian terkait mengenai rencana pembangunan jalur kereta api Bogor–Puncak–Cisarua–Cipanas–Cianjur Selatan sebagaimana yang disampaikan narasumber. Apabila proyek tersebut masuk dalam program pembangunan nasional di masa mendatang, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan konektivitas, memperkuat sektor pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.(Red)





