Ruteng, Sentralmedia.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kian menunjukkan keseriusannya dalam mengangkat derajat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bahkan secara terbuka memberikan ultimatum kepada lembaga perbankan agar tidak setengah hati dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Bagi Gubernur, KUR tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai pinjaman administratif yang berhenti pada pencairan dana. Lebih dari itu, KUR harus menjadi “senjata” utama UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal menghadapi gempuran produk dari luar daerah.
“KUR itu bukan hanya soal pinjam-meminjam uang. Ini harus menjadi senjata bagi UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan benar-benar mampu bersaing,” tegas Gubernur Melki saat meresmikan Gerai NTT Mart by Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) Lembu Nai SMAN 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Selasa (27/1/2026).
Gubernur Laka Lena dengan lugas menolak praktik penyaluran KUR yang bersifat formalitas belaka. Ia menegaskan, tanpa pendampingan yang serius, KUR berisiko tidak memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM. Karena itu, ia meminta perbankan untuk terlibat aktif, mulai dari pendampingan usaha hingga literasi keuangan.
“Jangan biarkan UMKM berjalan sendiri. Dampingi mereka, ajari pengelolaan keuangan yang benar, dan pastikan produk yang dihasilkan berkualitas serta punya nilai jual,” ujarnya dengan nada tegas.
Di sisi lain, kehadiran NTT Mart diproyeksikan sebagai jawaban atas persoalan klasik UMKM: keterbatasan akses pasar. Gubernur berharap gerai ini menjadi etalase utama produk-produk lokal, sekaligus ruang strategis bagi UMKM untuk memperkuat posisi di pasar NTT.
Dukungan terhadap langkah ini juga datang dari Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbelanja di NTT Mart sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap UMKM lokal. Menurutnya, langkah sederhana ini dapat memberi dampak besar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
Dengan ultimatum tersebut, Gubernur Laka Lena ingin menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi NTT harus bertumpu pada UMKM yang kuat, mandiri, dan berdaya saing. Ia berharap dunia perbankan merespons seruan ini secara positif dan mengambil peran sebagai mitra strategis, bukan sekadar penyalur kredit, demi masa depan UMKM NTT yang lebih berkelanjutan,” dilangsir dari TrenNews.id”.
(Ered/Sentralmedia.id)

