Suka Bumi, Sentralmedia.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Nusantara (BEM PTNU) Sukabumi Raya menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang UPTD Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Senin (12/01/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan provinsi di wilayah Sukabumi yang dinilai rusak parah dan kerap diperbaiki secara tidak maksimal. Mahasiswa menilai perbaikan jalan selama ini hanya bersifat tambal sulam sehingga kerusakan kembali terjadi dalam waktu singkat.
Koordinator Lapangan aksi, Syahrul Ramadan, menyatakan bahwa persoalan jalan rusak bukan sekadar disebabkan faktor cuaca, melainkan lemahnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan proyek infrastruktur.
“Perbaikan jalan dilakukan berulang, tetapi hasilnya tidak bertahan lama. Kami menilai ini sebagai bentuk kegagalan dalam pengawasan dan pelaksanaan proyek,” ujar Syahrul dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti dugaan ketidak efektifan penggunaan anggaran proyek jalan provinsi di wilayah Sukabumi. Mereka menyebut adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek infrastruktur dengan nilai mencapai Rp27 miliar pada periode 2019–2025.
Mahasiswa menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Bina Marga Wilayah II Sukabumi serta mempublikasikan secara terbuka hasil audit BPK. Selain itu, mereka meminta agar pejabat dan pihak terkait yang terbukti lalai diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polresta Sukabumi. Ratusan personel disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi, termasuk satu unit kendaraan watercanon. Hingga aksi berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.
Mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait janji perbaikan infrastruktur jalan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki kualitas jalan provinsi demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
(Ered/Sentralmedia.id)

