spot_img

Pencarian Salamuddin di Ujong Batee Dihentikan Setelah 7 Hari

Setelah tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian Salamuddin yang tenggelam di Ujong Batee

ACEH BESAR, Sabtu(8/8/2026) Sentral Media – Tangis keluarga Salamuddin belum kering. Harapan untuk menemukan warga yang tenggelam di perairan Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, juga belum padam.

Namun, setelah tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan mengakhiri operasi resmi pencarian Salamuddin.

Salamuddin tenggelam di perairan Ujong Batee sejak 31 Juli 2026. Hingga Kamis, 7 Agustus 2026, tim belum menemukan jasadnya.

Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., menyampaikan keputusan tersebut.

“Tim sudah melakukan penyisiran maksimal baik di laut maupun di pesisir. Dengan berat hati operasi SAR kami hentikan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga serta masyarakat untuk pemantauan,” ujarnya, Kamis 7/8/2026.

Selama sepekan, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, nelayan, dan relawan menyisir laut bersama-sama.

Mereka menggunakan perahu dan rubber boat. Mereka juga memantau garis pantai untuk mencari keberadaan Salamuddin.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga operasi resmi berakhir, tim belum menemukan jasad Salamuddin.

Keluarga Salamuddin Masih Bertahan di Pantai

Keluarga Salamuddin masih bertahan di bibir pantai Ujong Batee. Mereka belum ingin pulang sebelum mendapat kepastian.

Selama tujuh hari, keluarga menunggu di lokasi. Mereka tidur di tenda dan makan seadanya sambil mengikuti proses pencarian.

“7 hari kami tunggu di sini. Tidur di tenda. Makan seadanya. Sekarang disuruh pulang dan mantau sendiri. Sakit rasanya,” ujar salah satu keluarga dengan mata sembab.

Penantian selama tujuh hari membuat keluarga menghadapi situasi yang berat.

Mereka berharap tim menemukan Salamuddin sebelum operasi berakhir. Namun, pencarian belum memberikan hasil hingga hari terakhir.

Kini, keluarga harus melanjutkan pemantauan bersama masyarakat setelah Tim SAR Gabungan mengakhiri operasi resminya.

Baca Juga:  Solar Subsidi Diduga Disalahgunakan Oknum di Rantauprapat

Warga Kembali Soroti Keselamatan Ujong Batee

Peristiwa Salamuddin kembali mengingatkan warga terhadap keselamatan di kawasan pantai Ujong Batee.

Warga menyebut pantai tersebut sudah beberapa kali “memakan korban”.

Kondisi itu membuat masyarakat mengajukan pertanyaan penting.

Sampai kapan kejadian serupa akan kembali terjadi?

Masyarakat tidak ingin peristiwa Salamuddin kembali terjadi kepada warga lainnya.

Karena itu, warga meminta pemerintah mengambil langkah pencegahan yang lebih nyata di kawasan pesisir tersebut.

Warga Minta Tiga Langkah Konkret

Kasus Salamuddin menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan instansi terkait.

Warga meminta pemerintah tidak hanya hadir ketika musibah terjadi. Mereka juga meminta pemerintah melakukan pencegahan sebelum musibah kembali terjadi. Masyarakat menyampaikan tiga tuntutan konkret.

1. Pasang Rambu Permanen

Warga meminta pemerintah memasang rambu dan plang peringatan di titik rawan tenggelam.

Mereka ingin rambu tersebut berdiri secara permanen. Dengan begitu, nelayan dan wisatawan dapat melihat peringatan tersebut ketika berada di kawasan pantai.

2. Bentuk Pos SAR atau Posko Nelayan

Warga juga meminta pemerintah membentuk Pos SAR atau posko nelayan di pesisir Ujong Batee.

Menurut masyarakat, kehadiran pos tersebut penting untuk mempercepat respons ketika terjadi keadaan darurat.

Warga tidak ingin pemerintah baru bergerak setelah korban muncul.

3. Tingkatkan Edukasi dan Patroli

Masyarakat juga meminta pemerintah meningkatkan edukasi dan patroli rutin.

Mereka menilai langkah tersebut semakin penting ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi melanda kawasan pesisir.

Sosialisasi kepada nelayan dan wisatawan juga perlu dilakukan secara masif.

Dengan edukasi yang lebih luas, masyarakat dapat memahami risiko ketika beraktivitas di kawasan pantai.

Jangan Ada Lagi Korban

Seorang tokoh masyarakat setempat meminta pemerintah mengambil pelajaran dari kasus Salamuddin.

Baca Juga:  Wagub Jihan Minta IDI Lampung Perkuat Peran Penting Kesehatan

“Jangan sampai setelah ini ada lagi korban. Kami tidak mau ada ibu-ibu lain menangis di pantai ini,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran warga terhadap keselamatan di Ujong Batee.

Masyarakat tidak ingin kasus Salamuddin menjadi kejadian yang kembali berulang.

Karena itu, mereka meminta pemerintah melakukan langkah pencegahan secara nyata.

Pemerintah juga perlu memperhatikan keselamatan masyarakat sebelum musibah terjadi. Kehadiran pemerintah, menurut harapan warga, tidak hanya muncul ketika proses pencarian korban berlangsung.

Operasi Berakhir, Harapan Keluarga Belum Padam

Setelah tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan mengakhiri operasi resmi.

Basarnas, BPBD, TNI, Polri, nelayan, dan relawan telah melakukan penyisiran laut serta pemantauan pesisir.

Namun, tim belum menemukan Salamuddin.

Kini keluarga dan masyarakat melanjutkan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan Salamuddin.

Keluarga masih memohon doa. Mereka juga masih berharap mendapat kepastian mengenai anggota keluarganya tersebut.

Bagi keluarga, penantian belum berakhir. Bagi masyarakat Ujong Batee, peristiwa ini juga meninggalkan pertanyaan mengenai keselamatan kawasan pantai.

Warga berharap pemerintah segera memperhatikan tuntutan yang mereka sampaikan.

Rambu peringatan permanen, Pos SAR atau posko nelayan, serta edukasi dan patroli rutin menjadi langkah yang mereka minta.

Masyarakat tidak ingin ada keluarga lain yang mengalami kesedihan serupa.

Sampai berita ini diturunkan, keluarga masih memohon doa. Masyarakat juga berharap laut Ujong Batee tidak lagi menelan korban berikutnya.

Penulis: Rian
Editor: Sentral Media

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER