spot_img

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Perjuangkan Kepulangan TKW dari Libya

Sumiati, TKW asal Tangerang yang bekerja di Libya, mengaku tertekan dan meminta pemerintah membantu memulangkannya ke Indonesia

Tangerang, Sentralmedia.id – Profesor Sutan Nasomal, SH., MH., meminta Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian terhadap persoalan seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Tangerang, Banten, yang kini berada di Libya.

Sutan Nasomal berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan dan kepulangan pekerja migran Indonesia tersebut ke tanah air.

“Apa pun kasus yang menyebabkan masalah TKW di Libya maupun negara-negara tetangga, pemerintah RI harus menyelamatkan warganya dari berbagai persoalan. Apalagi jika persoalan itu menyangkut hak asasi manusia,” ujar Profesor Sutan Nasomal.

Sutan Nasomal menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online di kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta, Senin (10/8/2026), melalui sambungan telepon seluler.

Menurut Sutan Nasomal, pemerintah harus hadir ketika pekerja migran Indonesia menghadapi persoalan di luar negeri.

“Kita harapkan Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto segera memerintahkan, atas nama negara, untuk membela warganya di luar negeri,” katanya.

Ia juga berharap Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Ketenagakerjaan segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Libya.

“Kemenlu bersama Kemenaker diharapkan segera berangkat ke Libya untuk menangani persoalan tersebut dan memulangkan warga negara Indonesia yang mengalami persoalan di sana,” ujar Sutan Nasomal.

Video Pengakuan TKW Libya Asal Tangerang

Sebelumnya, jagat maya ramai membicarakan video pengakuan seorang perempuan yang mengaku sebagai pekerja migran asal Kabupaten Tangerang.

Video berdurasi sekitar 2 menit 11 detik itu beredar di grup WhatsApp komunitas warga Tangerang, “GAMATA”, pada Minggu (9/8/2026).

Dalam video tersebut, perempuan yang mengaku bernama Sumiati, 46 tahun, menyampaikan keluh kesahnya sambil menahan tangis.

Sumiati mengaku semula mendapat tawaran bekerja di Turki dengan gaji sekitar 350 dolar AS.

Baca Juga:  Prof. Dr. Sutan Nasomal: Edukasi Keluarga Indonesia tentang Langkah yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Perang Sangat Penting di Tengah Situasi Timur Tengah

Namun, menurut pengakuannya, pihak yang memberangkatkannya justru membawa dirinya ke Libya. Ia menyebut gajinya di Libya hanya sekitar 300 dolar AS.

Sumiati Mengaku Belum Menerima Gaji

Sumiati juga mengaku sudah empat kali berganti majikan. Namun, ia mengatakan kondisi tersebut belum membuat persoalannya selesai.

“Saya ditipu agen. Saya sudah empat kali gonta-ganti majikan, saya belum pernah menerima gaji. Katanya orang kantor yang menerima,” ungkap Sumiati dalam video tersebut.

Ia juga mengaku mendapat ancaman dari majikan keempat.

Menurut Sumiati, majikannya mengancam akan mengembalikan dirinya kepada pihak kantor agen apabila pekerjaannya dinilai tidak cukup bersih.

Dalam video itu, Sumiati juga menggambarkan beratnya pekerjaan yang harus ia lakukan seorang diri.

“Di sini banyak angin, rumah sebesar ini saya sendiri yang mengerjakan,” ujarnya sembari terisak.

Sumiati Minta Dipulangkan ke Indonesia

Sumiati kemudian meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dapat kembali ke tanah air.

“Saya cuma minta tolong pulangkan saya ke Indonesia. Saya tertekan, saya nggak kuat,” keluhnya.

Dalam video lainnya, Sumiati juga meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten memperhatikan persoalan yang ia alami.

Ia mengaku berasal dari Kampung Kebon Cau, RT 011/003, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Sumiati menyebut dirinya saat ini berada di Libya.

Selain video tersebut, beredar pula foto identitas diri yang disebut memuat nama, alamat, serta keterangan mengenai asal-usul Sumiati.

Pemerintah Perlu Memverifikasi Pengaduan

Keterangan mengenai dugaan penipuan agen, pembayaran gaji, proses penempatan, dan kondisi pekerjaan Sumiati masih berasal dari pengakuannya dalam video.

Sentral Media belum dapat memverifikasi seluruh keterangan tersebut secara independen.

Karena itu, instansi pemerintah yang menangani perlindungan pekerja migran perlu menelusuri persoalan tersebut.

Baca Juga:  Tanpa Surat Kuasa Oknum Dukcapil Kotim Serahkan Kartu Keluarga ke Pihak Lain

Pemerintah juga perlu meminta keterangan dari Sumiati, agen penyalur, majikan, serta pihak lain yang terlibat dalam proses keberangkatannya.

Jika hasil pemeriksaan menemukan persoalan dalam proses penempatan atau pembayaran upah, pemerintah perlu mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Publik Menunggu Langkah Pemerintah

Kasus TKW Libya asal Tangerang ini kini mendapat perhatian publik setelah video pengakuan Sumiati beredar di media sosial dan grup percakapan.

Publik menunggu langkah pemerintah untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Sumiati.

Pemerintah juga perlu mengklarifikasi persoalan yang ia sampaikan serta memastikan hak pekerja migran Indonesia mendapat perlindungan.

Jangan sampai jeritan seorang pekerja migran Indonesia di negeri orang hanya berhenti sebagai video yang beredar di jagat maya.

Redaksi/Editor: Sentral Media

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER