Jakarta, Sentralmedia.id – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh sarana, sistem operasional, dan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar pemerintah.
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, bersama jajaran pengelola SPPG Palmerah menyambut kedatangannya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, program tersebut merupakan salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Rp14 Miliar di Sekretariat Kota Ambon
Tinjau Rumah Kaca dan Fasilitas Produksi
Presiden mengawali peninjauan di area green house atau rumah kaca. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pendukung penyediaan bahan pangan bergizi.
Di lokasi itu, Presiden menerima penjelasan mengenai pengelolaan tanaman pangan. Menurut pengelola, sistem tersebut dirancang untuk menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Kunjungi Fasilitas Hidroponik dan Bioflok
Selanjutnya, Presiden mengunjungi fasilitas hidroponik dan bioflok. Kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari sistem produksi pangan terpadu.
Selain menghasilkan bahan pangan yang sehat dan berkualitas, fasilitas tersebut juga mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Pastikan Proses Produksi Sesuai Standar
Peninjauan kemudian berlanjut ke dapur utama SPPG yang menjadi pusat produksi makanan bergizi.
Sebelum memasuki area dapur, Presiden mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur keamanan pangan.
Selanjutnya, Presiden mengamati seluruh proses pengolahan makanan secara langsung. Proses tersebut meliputi persiapan bahan baku, tahap memasak, hingga pengemasan makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan
Pemerintah menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada kualitas makanan yang disajikan. Namun, keberhasilan program juga ditentukan oleh pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Oleh karena itu, keberadaan rumah kaca, fasilitas hidroponik, dan bioflok menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas serta ketersediaan bahan pangan.
Sementara itu, SPPG bertugas menyiapkan, mengolah, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok sasaran Program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah berharap keberadaan SPPG mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas gizi peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Dukung Indonesia Emas 2045
Melalui peninjauan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya penerapan standar keamanan pangan dan sinergi antarinstansi. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Editor : Sentral Media





