spot_img

Keluhan Warga Kayu Aro: Gas Subsidi Rp38 Ribu Pertabung

Warga Kayu Aro Barat, Kayu Aro, dan Gunung Tujuh mengeluhkan harga LPG 3 kilogram yang mencapai Rp38 ribu per tabung di tingkat pengecer

Kerinci, Sentralmedia.id – Keluhan Warga Kayu Aro terkait mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram kembali mencuat di wilayah Kecamatan Kayu Aro Barat, Kayu Aro, dan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Tabung gas bersubsidi yang seharusnya membantu meringankan kebutuhan masyarakat kini justru semakin sulit dijangkau karena harganya terus merangkak naik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, harga LPG 3 kilogram di sejumlah pangkalan mencapai Rp28 ribu per tabung. Sementara itu, di tingkat pengecer, harga jual berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per tabung.

Situasi tersebut membuat masyarakat merasa terbebani, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro yang setiap hari bergantung pada gas subsidi untuk menjalankan aktivitas usaha maupun kebutuhan rumah tangga.

Seorang warga Kecamatan Kayu Aro mengaku khawatir jika kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya langkah nyata dari pemerintah daerah.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Harga gas sekarang sudah sangat memberatkan. Di pangkalan mencapai Rp28 ribu, sedangkan di warung bisa sampai Rp38 ribu per tabung. Padahal kebutuhan gas tidak bisa ditunda karena digunakan setiap hari,” ujarnya, Selasa (15/7/2026).

Masyarakat menilai perlu adanya pengawasan langsung dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Kerinci untuk mengetahui kondisi distribusi LPG bersubsidi di lapangan. Warga juga meminta pemerintah memastikan pasokan berjalan normal dan tidak terjadi penyimpangan yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Menurut warga, keberadaan LPG 3 kilogram memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Selain digunakan oleh rumah tangga, gas bersubsidi juga menjadi kebutuhan utama bagi pedagang makanan, warung kecil, dan berbagai usaha mikro lainnya.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan penelusuran terhadap rantai distribusi LPG bersubsidi serta mengambil langkah yang diperlukan agar harga kembali terkendali dan sesuai dengan tujuan program subsidi pemerintah.

Baca Juga:  Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tiga Desa Kecamatan Kayu Aro Sukses, Slamet Handoyo Pastikan Standar Bangunan Berkualitas

Bagi warga di tiga kecamatan tersebut, persoalan LPG bukan sekadar soal harga, melainkan menyangkut kebutuhan dasar yang setiap hari digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menggerakkan roda perekonomian keluarga.(Red)

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER