Nagekeo, Sentralmedia.id — Mengawali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pekan ini, Madrasah Tsanawiyah (MTs) an-Nahl Nangaroro kembali melaksanakan upacara bendera pada Senin pagi, 21 Sya’ban 1447 H / 9 Februari 2026 M. Kegiatan rutin setiap Senin tersebut kembali diaktifkan sejak tahun ajaran baru 2025 setelah sempat tidak dilaksanakan selama beberapa tahun.
Pengaktifan kembali upacara bendera ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan madrasah sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Pada kesempatan yang sama, Yayasan an-Nahl Kabupaten Nagekeo melalui Kepala Madrasah Tsanawiyah an-Nahl Nangaroro menyerahkan insentif kepada siswa yang dinilai memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, khususnya dalam hal kedatangan lebih awal ke sekolah secara konsisten setiap bulan.
Insentif tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar siswa membiasakan diri datang tepat waktu dan lebih awal, sehingga budaya disiplin dapat tumbuh dan mengakar di lingkungan madrasah.
Adapun siswa penerima insentif tersebut yakni Siti Zulhija (Kelas VII) atas kedatangan rata-rata lebih awal pada November 2025, Naira Mujahida (Kelas VIII) pada Desember 2025, serta Safira Muhamad (Kelas VII) pada Januari 2026.
Ketua Yayasan an-Nahl Kabupaten Nagekeo, Asrul Soultan Sani, ST, mengatakan bahwa program insentif kedatangan lebih awal dilatarbelakangi oleh kondisi geografis tempat tinggal sebagian peserta didik yang cukup jauh dari sekolah.
“Sebagian siswa berdomisili cukup jauh, bahkan ada yang berasal dari wilayah Ma’u Tonggo. Karena itu, kami ingin mendorong mereka agar datang lebih awal dan tidak terlambat,” kata Asrul.
Ia menjelaskan, nilai insentif yang diberikan setara dengan biaya Uang Komite bulanan. Namun, insentif tersebut tidak digunakan secara pribadi oleh siswa, melainkan langsung disetorkan kembali kepada Bendahara Komite sebagai pembayaran Uang Komite pada bulan berjalan.
“Insentif yang kami berikan secara langsung turut membantu orang tua atau wali murid. Jika anak-anak mereka datang lebih awal, berarti mereka juga ikut membantu orang tua dalam hal pembayaran Uang Komite,” ujarnya.
Terkait mekanisme penilaian, Asrul menegaskan bahwa Yayasan dan pihak madrasah melakukan pencatatan jam kedatangan seluruh siswa setiap hari.
“Dari jam kedatangan itu kami hitung rata-ratanya. Siswa dengan rata-rata kedatangan paling awal berhak mendapatkan insentif. Jika pada bulan tertentu terdapat dua atau tiga siswa dengan waktu kedatangan yang sama, maka kami bayarkan secara bersamaan,” kata Asrul.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil karena tujuan program ini tidak semata-mata bersifat kompetisi. Niat kami selain memberi semangat, juga sebagai bentuk kepedulian dan sedekah.
Pihak madrasah berharap pengaktifan kembali upacara bendera dan pelaksanaan program insentif kedisiplinan ini dapat terus berlanjut sebagai upaya menumbuhkan tanggung jawab, kedisiplinan, serta semangat belajar siswa, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib dan kondusif.

