spot_img

Kisah Warga Latung Bertahan di Pengungsian Setelah Gempa Flores

Di tengah aktivitas gempa susulan Flores yang mulai meluruh, sebagian warga Desa Latung dan Latung Barat, Kabupaten Ngada, masih memilih bertahan di pengungsian karena khawatir kembali ke rumah

NGADA, SENTRAL MEDIA – Sudah satu bulan berlalu sejak gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Namun, bagi sebagian warga, kehidupan belum sepenuhnya kembali seperti sebelum bencana.

Di Desa Latung dan Desa Latung Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka belum berani kembali ke rumah karena gempa susulan masih terjadi.

Bagi warga yang mengalami kerusakan rumah cukup berat, keputusan untuk pulang bukan perkara sederhana. Mereka masih mempertimbangkan rasa aman, terutama ketika getaran gempa masih terasa.

Jhon Marang, salah seorang warga Desa Latung, mengatakan sebagian besar warga pemilik rumah permanen dan semi permanen masih memilih tinggal di pengungsian. Kerusakan berat membuat sebagian rumah belum memungkinkan untuk ditempati.

Sementara itu, sebagian warga yang memiliki rumah berdinding papan dan tidak mengalami kerusakan mulai kembali ke rumah masing-masing.

Hidup Berlanjut dari Tempat Pengungsian

Kehidupan di pengungsian membuat warga harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Mereka kini menjalankan berbagai kegiatan yang sebelumnya berlangsung di rumah dari tempat penampungan.

Menurut Jhon Marang, kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian sejauh ini masih terpenuhi. Pemerintah terus mendistribusikan bantuan sembako kepada masyarakat.

Selain makanan, warga juga menerima bantuan obat-obatan dan pelayanan tenaga medis. Dukungan tersebut membantu warga memenuhi kebutuhan kesehatan selama menjalani kehidupan di lokasi pengungsian.

Meski kebutuhan dasar masih terpenuhi, persoalan tempat tinggal tetap menjadi perhatian utama.

Warga yang mengalami kerusakan rumah membutuhkan kepastian agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Karena itu, mereka berharap pemerintah memberikan bantuan dana untuk memperbaiki rumah yang rusak.

Harapan tersebut bukan hanya berkaitan dengan bangunan. Bagi warga, rumah menjadi tempat untuk kembali menjalani kehidupan setelah melewati masa sulit akibat bencana.

Baca Juga:  Workshop Boawae Sepakati Perlindungan Perempuan dan Anak

Gempa Susulan Mulai Meluruh

Situasi gempa Flores mulai menunjukkan perkembangan baru. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas gempa susulan pascagempa M7,7 telah memasuki fase peluruhan secara signifikan.

Hingga 15 September 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 15.722 gempa susulan dengan magnitudo 0,9 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, 190 gempa dirasakan oleh masyarakat.

BMKG menyebut frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan terus menunjukkan pola penurunan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti informasi resmi selama proses pemulihan dan rekonstruksi berlangsung.

Perkembangan tersebut menjadi kabar penting bagi warga yang masih tinggal di pengungsian. Namun, rasa khawatir belum serta-merta hilang.

Mereka tetap harus memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum memutuskan untuk kembali.

Menunggu Kepastian untuk Pulang

Kisah warga Latung dan Latung Barat menunjukkan bahwa pemulihan setelah bencana tidak hanya berbicara tentang jumlah bantuan atau banyaknya bangunan yang diperbaiki.

Di balik proses tersebut, ada kehidupan manusia yang harus kembali ditata.

Sebagian keluarga masih menunggu rumah mereka aman. Warga lainnya harus menjalani aktivitas sehari-hari dari tempat pengungsian. Mereka juga berharap bantuan perbaikan rumah segera datang agar kehidupan dapat kembali berjalan seperti sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, warga terus menjalani hari.

Bantuan makanan terus mereka terima. Pelayanan kesehatan juga berjalan, sementara masyarakat perlahan berusaha memulihkan aktivitas mereka.

Bagi mereka yang rumahnya rusak, satu harapan tetap menjadi bagian penting dari penantian, kembali ke rumah dengan rasa aman.

Gempa mungkin mulai meluruh. Tetapi bagi sebagian terdampak, perjalanan untuk benar-benar pulih masih terus berlangsung. (Sadam)

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER