Sentralmedia.id , Jakarta – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, turut menghadiri aksi solidaritas yang diselenggarakan oleh Free Palestine Network (FPN) pada kegiatan Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, yakni Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon, yang meninggal dunia akibat serangan Israel.
Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ketiga prajurit tersebut. Ia terlihat bersama para peserta aksi yang membawa bendera Merah Putih dan bendera Palestina, serta turut membentangkan bendera Iran.
Free Palestine Network merupakan aliansi solidaritas di Indonesia yang berfokus pada dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui berbagai aksi, edukasi, dan kampanye sosial.
Sekretaris Jenderal FPN, Furqan A.M.C., menyampaikan bahwa kehadiran Duta Besar Iran merupakan bentuk empati atas peristiwa tersebut. “Beliau tidak menyampaikan pernyataan khusus, namun turut menyampaikan belasungkawa,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, peserta juga membawa sejumlah spanduk yang berisi seruan agar Indonesia bersikap tegas terhadap Israel. Beberapa di antaranya bertuliskan tuntutan perlawanan terhadap kolonialisme, imperialisme, serta penghentian kekerasan di Palestina.
Furqan menjelaskan bahwa aksi solidaritas serupa juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Bandung, Makassar, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, hingga sejumlah kota lainnya.
Ia menilai gugurnya prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian PBB akibat serangan Israel menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk memperkuat sikap politik luar negeri yang menentang segala bentuk penjajahan, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Selain itu, Furqan menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran terhadap norma dan hukum kemanusiaan internasional. Ia juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang selama ini dinilai tegas dalam menolak imperialisme di berbagai forum internasional.

