Jawa Tengah Sragen, Sentralmedia.id – Prof Sutan Nasomal, Krisis Ekonomi Indonesia 2026, Pencurian Padi Sragen, Presiden Prabowo Subianto, Rupiah Melemah, Badai PHK Jawa Tengah, Partai Koalisi Rakyat Indonesia.
“Yth. Bapak Presidenku, Presidenmu, Presiden kita semua, Jenderal (Purn) Haji Prabowo Subianto. Tolong Pak, kondisi perekonomian di negara kita Indonesia semakin kritis akibat banyak perusahaan yang bangkrut. Ekonomi kerakyatan jungkir balik, bahkan masyarakat kelaparan hingga padi gabah pun diembat dan dicuri pada malam hari demi memberi makan keluarganya. Perekonomian mangkrak,” ujar Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pernyataan tersebut disampaikan Profesor Sutan Nasomal saat memberikan keterangannya kepada para Pemimpin Redaksi media cetak dan online, baik dalam maupun luar negeri, melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di bilangan Cijantung, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Sutan menilai kondisi ini sangat memprihatinkan karena kesulitan ekonomi masyarakat kini kian meluas. Imbasnya, sebagian warga sampai nekat ‘bergerilya’ tiap malam untuk mencuri padi di wilayah Sragen, Jawa Tengah. Menurutnya, dampak melemahnya nilai tukar rupiah telah meninggalkan jejak kesulitan nyata yang tidak bisa ditahan lagi oleh masyarakat bawah.
Selain itu, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia ini juga menyoroti gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari berbagai perusahaan industri besar yang terjadi di Jawa Tengah. Fenomena ini membawa keprihatinan mendalam karena hilangnya mata pencaharian membuat daya beli masyarakat merosot tajam.
Akibatnya, pasar-pasar tradisional sepi pembeli karena harga berbagai barang kebutuhan pokok terus melonjak naik atau ‘pindah angka’.
Sutan menegaskan bahwa polemik ekonomi saat ini berakar dari belum optimalnya upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menanggulangi lemahnya daya beli. Saat ini, tabungan masyarakat terkuras habis hanya untuk bertahan hidup, bahkan tidak sedikit yang terjerat utang demi sepiring nasi setiap harinya.
“Bagaimana mungkin kondisi riil di tengah masyarakat seperti ini tidak ada laporannya di meja seorang Presiden RI? Kesulitan saat ini sudah meluas. Semua sektor terdampak dan terbebani akibat nilai Rupiah yang melemah. Krisis ekonomi telah menjadi pemicu ambruknya ekonomi masyarakat luas,” tegas Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates) tersebut.
Mengakhiri keterangannya, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. meminta Pemerintah Indonesia untuk bekerja lebih keras menyelamatkan perekonomian negara. Langkah konkret yang didesak antara lain adalah memperkuat nilai tukar Rupiah, menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru agar masyarakat bisa menyambung hidup.
“Sangat miris, Indonesia yang kaya raya ini, tetapi untuk bisa makan saja masyarakatnya harus sampai mencuri padi di sawah milik orang lain,” pungkasnya.
Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates.
(Ered/Sentralmedia.id)





