spot_img

Kapolres Batu Bara Tegaskan Penyidik Utamakan Pembuktian dan Integritas

Kapolres Batu Bara meminta penyidik mengandalkan alat bukti yang sah, menjaga integritas, dan menjalankan proses hukum secara akuntabel.

BATU BARA, Jumat(14/8/2026) SENTRAL MEDIA – Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menekankan pentingnya pembuktian dan integritas dalam setiap proses penanganan perkara.

Penegasan itu disampaikan Kapolres saat memberikan arahan dan bimbingan kepada para penyidik Satreskrim, Satresnarkoba, dan Satlantas Polres Batu Bara, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Sarja Arya Rencana Polres Batu Bara sekitar pukul 14.00 WIB. Wakapolres Batu Bara Kompol Supendi, S.H., Kasatreskrim AKP Binrod Situngkir, S.H., M.H., Kasatresnarkoba AKP Arifin Purba, S.H., Kasatlantas Iptu Devi Siringo Ringo, S.H., S.Sos., M.H., serta para KBO dan Kanit dari masing-masing satuan fungsi turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh penyidik mengedepankan profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas ketika menangani perkara.

Ia menegaskan, penyidik harus membangun konstruksi perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. Karena itu, penyidik tidak boleh hanya mengandalkan pengakuan tersangka.

“Kejar pembuktian, bukan pengakuan,” tegas Kapolres.

Penyidik Diminta Optimalkan Seluruh Alat Bukti

Kapolres menjelaskan bahwa penyidik perlu mengoptimalkan seluruh sumber pembuktian yang tersedia dalam setiap perkara.

Sumber pembuktian itu antara lain tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, barang bukti, rekaman CCTV, bukti digital, transaksi keuangan, pemeriksaan laboratorium, hingga keterangan ahli.

Menurutnya, penyidik harus membangun konstruksi perkara yang kuat sehingga dapat dipertanggungjawabkan, termasuk ketika tersangka membantah atau tidak mengakui perbuatannya.

Dengan pendekatan tersebut, proses penyidikan tidak hanya bergantung pada keterangan tersangka. Penyidik harus menguji setiap informasi melalui alat bukti yang sah dan relevan.

Kapolres: Tidak Ada Ruang untuk Bermain Perkara

Selain pembuktian, Kapolres Batu Bara juga menegaskan pentingnya integritas bagi setiap anggota Polri, terutama personel yang menjalankan tugas penyidikan.

Baca Juga:  Polres Batu Bara Intensifkan Patroli Blue Light, Antisipasi Begal

Ia mengingatkan seluruh penyidik agar tidak menyalahgunakan kewenangan maupun barang bukti dalam penanganan perkara.

“Tidak ada ruang untuk bermain perkara, meminta uang, menerima titipan atau merekayasa perkara. Barang bukti dan kewenangan penyidik harus dijaga serta dipertanggungjawabkan. Jangan tukarkan kehormatan anggota Polri dengan keuntungan,” tegasnya.

Kapolres juga meminta penyidik menjalankan setiap tindakan upaya paksa secara akuntabel dan sesuai ketentuan hukum serta administrasi.

Tindakan seperti penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan harus memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.

Sebelum mengambil tindakan hukum, penyidik juga harus memastikan alat bukti pendukung dan kelengkapan administrasi sudah terpenuhi.

Perkara yang Meresahkan Masyarakat Harus Mendapat Perhatian

Khusus kepada jajaran Satreskrim, Kapolres meminta penyidik lebih peka terhadap berbagai keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai perkara yang berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat perlu mendapat perhatian dan penanganan secara profesional serta terukur.

Selain itu, penyidik harus memberikan kepastian kepada masyarakat dalam proses penanganan perkara.

Kapolres juga meminta penyidik tidak ragu menggelar perkara ketika menemukan keraguan dalam penerapan pasal, kecukupan alat bukti, maupun tindakan penyidikan.

“Gunakan gelar perkara sebagai ruang kontrol, koreksi dan penyamaan persepsi. Lebih baik berdiskusi sebelum bertindak daripada mempertanggungjawabkan kesalahan setelahnya,” ujar Kapolres.

Menurutnya, gelar perkara dapat menjadi ruang bagi penyidik untuk menguji kembali konstruksi perkara sebelum mengambil langkah berikutnya.

Enam Penekanan untuk Para Penyidik

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Batu Bara memberikan enam penekanan utama kepada para penyidik.

Pertama, penyidik harus cerdas dalam hukum. Kedua, penyidik harus kuat dalam pembuktian.

Ketiga, personel harus tertib administrasi. Keempat, penyidik harus berani dan terukur dalam mengambil tindakan.

Kelima, setiap personel harus menjaga integritas. Keenam, seluruh penyidik harus menjaga kehormatan Polri.

Baca Juga:  Kebakaran Woyla Timur: Korban Terima Bantuan Dinsos Aceh Barat

Enam penekanan tersebut menjadi bagian dari arahan Kapolres untuk memperkuat kualitas penyidikan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Kapolres Cek Ruang Kerja Penyidik

Usai memberikan arahan, Kapolres Batu Bara melanjutkan kegiatan dengan melakukan pengecekan langsung ke ruang kerja penyidik Satresnarkoba dan Satreskrim.

Pengecekan tersebut bertujuan melihat pelaksanaan tugas para penyidik sekaligus memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Batu Bara meningkatkan kualitas penyidikan dan memperkuat profesionalisme personel.

Polres Batu Bara juga terus mendorong agar setiap proses penegakan hukum berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 15.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Melalui penguatan internal tersebut, Kapolres Batu Bara berharap seluruh penyidik mampu menjalankan penegakan hukum secara profesional, berkeadilan, dan berintegritas.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Redaksi/Editor : Sentralmedia.id

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER