More

    Expo Pendidikan Pantura 2025 Dorong Harapan Generasi Muda

    Kepala Desa, Petrus Florianus Mesa Dae, tampaknya memahami benar bahwa masa depan desa bukan hanya tentang infrastruktur jalan atau jaringan internet, melainkan tentang karakter dan daya juang anak muda.

    Sentralmedia.id – Di tengah derasnya arus modernisasi dan deras pula gelombang digital yang melanda hampir semua lini kehidupan, sebuah desa kecil di utara Nagekeo, bernama Tendakinde, mencoba berdiri tegak dengan gagasan besar: membangun sumber daya manusia melalui pendidikan dan kebudayaan.

    Lewat Expo Pendidikan Pantura 2025, Desa Tendakinde tak hanya merayakan Sumpah Pemuda ke-97, tetapi juga menegaskan satu hal yang sering luput dari perhatian pemerintah daerah bahwa pembangunan manusia tidak selalu harus dimulai dari gedung megah dan anggaran besar, melainkan dari niat untuk mencerdaskan dan merangkul generasi muda.

    Ketika berbicara soal pendidikan dan literasi di Flores, perhatian sering kali terpusat di kota-kota besar seperti Mbay atau Ende. Namun langkah Desa Tendakinde ini membalik peta itu: wilayah pantai utara (Pantura) kini menjadi panggung gagasan dan semangat baru.

    Kegiatan yang digagas bersama SMA Negeri 1 Wolowae ini bukan sekadar festival lomba antar pelajar. Ia adalah simbol keberanian desa untuk mengambil peran sebagai pelopor pembinaan generasi muda.

    Kepala Desa, Petrus Florianus Mesa Dae, tampaknya memahami benar bahwa masa depan desa bukan hanya tentang infrastruktur jalan atau jaringan internet, melainkan tentang karakter dan daya juang anak muda.

    Ketika desa lain sibuk mengurus bantuan sosial atau proyek fisik, Desa Tendakinde justru memilih jalur yang lebih sunyi namun jauh lebih berharga: membangun jiwa manusia.

    Tema “Ekspres Prestasi Gen Z” terasa relevan dan kontekstual. Kita tahu, generasi muda hari ini tumbuh di tengah benturan dua dunia: warisan tradisi lokal dan godaan dunia digital.

    Mereka bisa membaca puisi dengan penuh perasaan, tetapi juga bisa tersesat dalam dunia scrolling tanpa henti. Di sinilah Expo ini menjadi penting bukan hanya ajang lomba, tetapi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa kemajuan teknologi tak boleh memutus akar budaya.

    Baca Juga:  Mengapa Harus Sekolah? Tinjauan Ilmiah Peran Pendidikan

    Sayangnya, kegiatan seperti ini sering kali berjalan sendiri, tanpa dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah kabupaten atau provinsi. Sementara anggaran pembangunan daerah masih didominasi proyek infrastruktur fisik, kegiatan literasi dan pendidikan nonformal kerap dipandang sekadar “hiburan desa.” Padahal, inilah bentuk pembangunan paling fundamental: membangun manusia.

    Langkah Tendakinde bisa dibaca sebagai protes senyap terhadap sistem pendidikan yang semakin formalistis. Ketika sekolah sibuk mengejar nilai, desa ini menghadirkan panggung yang memberi ruang ekspresi. Ketika dunia pendidikan kehilangan semangat kebersamaan, Expo Pantura justru memanggil siswa, guru, dan masyarakat untuk bergerak bersama.

    Di tengah realitas banyaknya anak muda yang mulai kehilangan arah sebagian karena minimnya ruang ekspresi, sebagian karena lemahnya figur teladan kegiatan seperti ini adalah obat kecil bagi penyakit besar bernama apatisme sosial.

    Namun tentu, semangat ini tak boleh berhenti di seremoni 10 hari. Pemerintah daerah perlu menjadikannya model berkelanjutan: membentuk ekosistem pendidikan partisipatif di mana desa, sekolah, dan masyarakat menjadi mitra sejajar, bukan sekadar peserta.

    Expo Pendidikan Pantura 2025 adalah pesan dari desa untuk negara bahwa pembangunan manusia tidak selalu datang dari pusat, kadang justru lahir dari pinggiran yang punya nurani. Di saat sebagian daerah masih menunggu proyek dan dana transfer, Desa Tendakinde justru menunjukkan bagaimana inisiatif lokal bisa menjadi sumber perubahan.

    Barangkali, jika semangat seperti ini tumbuh di setiap kecamatan, kita tak perlu terus berbicara tentang “ketertinggalan.” Karena sejatinya, kemajuan itu bukan soal lokasi di peta, tetapi tentang arah pandang dan keberanian untuk memulai.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    ARTIKEL POPULER