Sampit, Sentralmedia.id — Sampit dinilai layak jadi Ibu Kota. Jika pemekaran Provinsi Kotawaringin Raya disetujui oleh pemerintah pusat. Sampit memiliki peluang besar ditetapkan sebagai Ibu Kota. Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Halikinnor, SH., MM., saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Bandara H. Asan Sampit, memastikan persiapan infrastruktur strategis sesuai rencana pemekaran tersebut.
Menurut Halikinnor, proses pengusulan pembentukan Provinsi Kotawaringin Raya telah melalui tahapan panjang dan kini berada pada fase evaluasi di tingkat pusat. Dengan berbagai persyaratan dan dokumen pendukung yang telah dilengkapi, ia menilai peluang pemekaran provinsi tersebut sangat terbuka.
“Jika melihat perkembangan informasi dan tahapan yang sudah berjalan, secara persyaratan serta administrasi untuk membentuk Provinsi Kotawaringin Raya sudah memenuhi ketentuan. Dari dua usulan pemekaran di Kalimantan Tengah yakni Barito Raya dan Kotawaringin, usulan Kotawaringin tercatat paling lengkap secara teknis maupun administrasi,” ujar Halikinnor.
Lebih jauh, ia menyampaikan sejumlah faktor yang memperkuat posisi Sampit sebagai kandidat ibu kota provinsi baru. Selain memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan Kotawaringin Timur, kota ini juga tengah berkembang sebagai pusat ekonomi yang dinamis dengan dukungan infrastruktur memadai.
Halikinnor menyebutkan beberapa indikator utama yang mendukung kesiapan tersebut, selain Keberadaan Korem dan Batalyon di Sampit, Pembangunan institusi pertahanan seperti Korem dan Batalyon dinilai menjadi penanda kesiapan wilayah dalam aspek keamanan dan pertahanan. Keberadaan dua fasilitas ini termasuk salah satu persyaratan strategis bagi wilayah yang akan menjadi pusat pemerintahan baru.
Selain itu, Sampit berada pada titik yang menghubungkan kawasan barat dan selatan Kalimantan Tengah. Posisi ini dinilai ideal sebagai pusat koordinator pemerintahan yang mampu menghubungkan beberapa wilayah strategis lainnya di Kotawaringin Raya. Pelabuhan besar sebagai pintu masuk logistik, bandara aktif yang terus dikembangkan kapasitasnya, serta akses jalan yang menghubungkan daerah-daerah industri dan pemukiman. Kehadiran Bandara H. Asan khususnya menjadi modal penting karena mempercepat konektivitas antar wilayah dan antar provinsi.
Disektor perdagangan, Sampit memiliki aktivitas ekonomi yang luas mulai dari sektor perkebunan, distribusi logistik, industri olahan, hingga perdagangan barang kebutuhan pokok. Perputaran ekonomi ini dinilai cukup kuat untuk menopang keberlangsungan roda pemerintahan provinsi baru.
Dengan terpenuhinya berbagai indikator tersebut, Halikinnor berharap pemerintah pusat dapat memberi perhatian serius dan segera merespons proses pemekaran Provinsi Kotawaringin Raya. Ia menegaskan bahwa pemekaran wilayah ini bukan hanya kebutuhan administratif, melainkan langkah penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
“Pemekaran ini bukan hanya demi status wilayah, tetapi untuk membuka ruang ekonomi baru, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mempercepat pembangunan hingga ke daerah pelosok. Sampit siap menjadi simpul utama dari perubahan besar itu,” tegasnya.
Rencana pemekaran Provinsi Kotawaringin Raya kini menjadi perhatian luas, baik di tingkat daerah maupun nasional. Jika disahkan, terbentuknya provinsi baru ini diyakini akan menciptakan pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Tengah dan Sampit berada di garis paling depan sebagai calon ibu kota.

