Sentralmedia.id, Roma – Penyerang muda Inter Milan, Francesco Pio Esposito, mengungkapkan pengalaman sulit yang dialaminya bersama tim nasional Italia.
Ia mengaku sempat mengalami tekanan mental setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam pertandingan penting babak play-off menuju Piala Dunia FIFA 2026 melawan Bosnia-Herzegovina.
Kegagalan tersebut menjadi momen berat dalam perjalanan kariernya yang sedang berkembang. Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, Esposito menjelaskan bahwa dirinya memikul beban besar sebagai penendang pertama dalam adu penalti.
Namun, tendangan yang ia lepaskan tidak menghasilkan gol, sehingga memengaruhi peluang Timnas Italia untuk melaju ke putaran final.
Esposito mengaku sulit menerima kenyataan tersebut. Ia merasa kecewa dan terpukul karena menganggap telah mengecewakan rekan setim, keluarga, serta masyarakat yang memberikan dukungan.
“Saya merasa sangat terpukul dan sulit memahami apa yang terjadi saat itu,” ujarnya.

Pemain berusia 20 tahun itu menambahkan bahwa sebelumnya ia memiliki kepercayaan diri tinggi untuk menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Namun, hasil di lapangan tidak sesuai dengan harapan.
Meski demikian, Esposito menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam kariernya. Ia menyadari bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses sebagai seorang pemain profesional.
Untuk memulihkan kondisi mentalnya, Esposito memilih bekerja sama dengan tenaga profesional di bidang psikologi. Langkah ini diambil agar ia dapat mengelola tekanan dan bangkit dari situasi sulit yang dialaminya.
Menurutnya, kesehatan mental memiliki peran penting dalam menjaga performa pemain, terutama setelah mengalami kegagalan di momen krusial.
Ia juga menegaskan akan terus berusaha meningkatkan kemampuan dan tidak ragu mengambil tanggung jawab di masa mendatang, termasuk dalam situasi penentuan seperti tendangan penalti.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen Esposito untuk bangkit dan melanjutkan perkembangan kariernya bersama klub maupun tim nasional.

