More

    FPMB Kecam Aktivitas Perusahaan Helena di Gunung Botak

    Keberadaan alat berat tersebut memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari Forum Pergerakan Mahasiswa Bupolo (FPMB).

    Pulau Buru, Sentralmedia.id – Aktivitas penggunaan alat berat jenis ekskavator kembali terlihat beroperasi di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. Keberadaan alat berat tersebut memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari Forum Pergerakan Mahasiswa Bupolo (FPMB).

    Sekretaris Umum FPMB, Burhan Lesbasa, dengan tegas mengecam aktivitas tersebut dan menduga adanya keterlibatan pihak perusahaan yang disebut sebagai Perusahaan Helena.

    “Kami dari Forum Pergerakan Mahasiswa Bupolo mengecam keras Perusahaan Helena yang diduga ikut terlibat dalam aktivitas eksploitasi di kawasan Gunung Botak. Penggunaan ekskavator ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga memperparah kerusakan lingkungan,” ujar Burhan Lesbasa.

    Menurutnya, kawasan Gunung Botak seharusnya berada dalam pengawasan ketat pemerintah dan aparat penegak hukum. Namun kenyataannya, aktivitas tambang dengan alat berat masih terus terjadi seolah tanpa tindakan tegas.

    Burhan menegaskan bahwa penggunaan ekskavator di area tersebut sangat berbahaya karena dapat merusak struktur tanah, mencemari sungai, serta mengancam kehidupan masyarakat di sekitar lokasi tambang.

    “Gunung Botak bukan tempat untuk kepentingan segelintir pihak. Ini menyangkut masa depan Pulau Buru dan keselamatan masyarakat. Aparat harus segera turun tangan menghentikan operasi alat berat itu,” tegasnya.

    FPMB juga mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk perusahaan yang disebut dalam laporan masyarakat.

    Selain itu, FPMB menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada langkah tegas dari pemerintah.

    “Kalau tidak ada tindakan nyata, kami akan turun aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap perusakan lingkungan dan ketidakadilan di tanah Bupolo,” tutup Burhan.

    Pewarta : Burhan Lesbasa

    Baca Juga:  Puluhan Guru PPPK Tuban Kehilangan Status Mengajar

    (Ered/Sentralmedia.id)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    ARTIKEL POPULER