spot_img

Merdeka di Balik Tembok, Tawa WBP Lapas Calang Gemakan HUT ke-81 RI

Semarak HUT ke-81 RI di Lapas Kelas III Calang menghadirkan perlombaan, kebersamaan, dan pesan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan

Aceh Jaya, Kamis(13/8/2026) Sentralmedia.id – Semangat kemerdekaan tidak mengenal batas tempat. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Calang, Kabupaten Aceh Jaya, suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.

Bendera Merah Putih berkibar di lingkungan Lapas Kelas III Calang. Sementara itu, sorak sorai dan tawa warga binaan pemasyarakatan (WBP) memenuhi suasana ketika mereka mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

Para WBP dan petugas mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Tidak terlihat jarak yang kaku antara petugas dan warga binaan. Mereka bersama-sama menikmati suasana peringatan kemerdekaan melalui berbagai kegiatan yang menghibur sekaligus membawa pesan pembinaan.

Bagi warga binaan, 17 Agustus bukan sekadar tanggal yang menandai perjalanan bangsa Indonesia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, mempererat kebersamaan, serta membangun harapan untuk menatap masa depan.

Semarak Kemerdekaan dari Balik Lapas

Lapas Kelas III Calang memilih perlombaan sebagai salah satu cara untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Puluhan WBP turun ke lapangan dan mengikuti berbagai perlombaan. Mereka mengikuti lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung hingga cerdas cermat kebangsaan.

Setiap perlombaan menghadirkan suasana berbeda. Para peserta berusaha memberikan kemampuan terbaik, sementara peserta lainnya memberikan dukungan dan semangat.

Keringat mengucur dari tubuh para peserta. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi keceriaan mereka. Senyum dan tawa justru mewarnai kegiatan sejak perlombaan berlangsung.

Suasana tersebut memperlihatkan bahwa warga binaan tetap dapat merasakan kegembiraan dalam memperingati hari kemerdekaan bersama warga binaan lainnya dan petugas Lapas.

Salah satu WBP menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan.

Baca Juga:  Tim Gabungan Polres Aceh Jaya Amankan Excavator Diduga Digunakan untuk PETI di Panga

“Ini bukan sekadar lomba. Ini bukti bahwa kemerdekaan itu milik semua orang. Termasuk kami yang sedang dibina di sini,” ujar salah satu WBP.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana warga binaan memaknai momentum kemerdekaan dari dalam lembaga pemasyarakatan.

Pembinaan Mengedepankan Nilai Humanis

Kepala Lapas Kelas III Calang, Kakanda Suparman, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai hiburan bagi warga binaan.

Menurutnya, berbagai perlombaan dalam rangka HUT ke-81 RI juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai positif kepada para WBP.

“Kami ingin menanamkan 3 nilai: Nasionalisme, Kebersamaan, dan Sportivitas. Dari lomba inilah karakter itu ditempa,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas III Calang berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk membangun kebersamaan. Perlombaan juga mendorong para peserta memahami pentingnya sportivitas dalam mengikuti setiap kegiatan.

Nilai nasionalisme menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut. Para WBP tetap memiliki kesempatan untuk menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa meskipun saat ini mereka menjalani pembinaan di dalam lapas.

Kegiatan bersama juga memberikan ruang bagi petugas dan WBP untuk membangun interaksi yang lebih humanis. Suasana yang penuh kegembiraan membuat kegiatan pembinaan tidak hanya berlangsung dalam bentuk rutinitas, tetapi juga melalui aktivitas yang melibatkan kebersamaan.

Tawa WBP Jadi Bagian dari Proses Pembinaan

Bagi petugas Lapas Kelas III Calang, keceriaan warga binaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

Kakanda Suparman menilai tembok lapas tidak boleh membatasi semangat kebangsaan warga binaan. Sebaliknya, lingkungan pembinaan harus mampu mendorong WBP untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kemerdekaan itu memerdekakan pikiran. Kami ingin WBP keluar nanti sebagai pribadi yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  Dimensi Indonesia Salurkan Kamus Bahasa Mbay ke Yayasan An-Nahl Nagekeo

Pesan tersebut menempatkan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk membangun harapan. Warga binaan tidak hanya mengikuti perlombaan untuk mendapatkan kegembiraan, tetapi juga dapat mengambil nilai dari setiap kegiatan yang mereka jalani.

Lomba tarik tambang, misalnya, membutuhkan kekompakan dan kerja sama. Sementara itu, lomba cerdas cermat kebangsaan mendorong peserta untuk memahami berbagai hal yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan.

Dengan demikian, kegiatan peringatan kemerdekaan menghadirkan unsur hiburan sekaligus pembelajaran bagi warga binaan.

Merdeka Bukan Sekadar Bebas Secara Fisik

Puncak kegiatan menghadirkan suasana yang lebih khidmat. Para WBP dan petugas berbaris bersama. Bendera Merah Putih berkibar, sementara lagu Indonesia Raya menggema di lingkungan Lapas Kelas III Calang.

Momen tersebut memberikan pesan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang luas.

Kemerdekaan tidak hanya berbicara mengenai kebebasan seseorang untuk bergerak secara fisik. Kemerdekaan juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memperbaiki diri, meninggalkan kesalahan masa lalu, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik.

Bagi warga binaan, masa pembinaan menjadi bagian dari perjalanan untuk memperbaiki diri. Karena itu, semangat kemerdekaan dapat menjadi dorongan untuk membangun harapan dan menatap masa depan.

Suasana haru dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di berbagai tempat.

Lapas Calang Dorong WBP Menatap Masa Depan

Kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapas Kelas III Calang menjadi salah satu ruang bagi warga binaan untuk merasakan semangat kebangsaan secara bersama-sama.

Kepala Lapas Kelas III Calang, Kakanda Suparman, menekankan pentingnya pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan bersama, WBP mendapat kesempatan untuk berinteraksi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan sikap positif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari harapan agar warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan baik. Setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Baca Juga:  Transaksi Sabu Padang Matinggi: Warga Minta Polisi Selidiki

Peringatan kemerdekaan dari balik tembok Lapas Kelas III Calang akhirnya menghadirkan pesan sederhana namun kuat. Kebebasan fisik memang memiliki batas, tetapi semangat untuk memperbaiki diri tidak boleh terpenjara.

Bendera Merah Putih yang berkibar, tawa para WBP, serta kebersamaan antara petugas dan warga binaan menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup di dalam lingkungan lapas.

Kemerdekaan menjadi milik seluruh warga negara. Di mana pun seseorang berada, semangat untuk mencintai bangsa, memperbaiki diri, membangun kebersamaan, dan menatap masa depan tetap memiliki tempat.

Melalui peringatan HUT ke-81 RI, Lapas Kelas III Calang menunjukkan bahwa pembinaan dapat berjalan dengan pendekatan yang humanis. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik.

Jurnalis : Rian/Kakanda Suparman

Redaksi/Editor : Sentralmedia.id

SHARE:

Advertisement

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

spot_img

BERITA TERBARU

spot_img
spot_img

ARTIKEL POPULER