Damaskus, Sentralmedia.id – Kementerian Kesehatan Suriah menggelar pertemuan dengan delegasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk membahas transformasi strategis sistem kesehatan nasional. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama serta implementasi strategi kesehatan nasional yang baru.
Menteri Kesehatan Suriah, Dr. Musab Al-Ali, mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Delegasi WHO dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Dr. Asmus Hamirich, Minggu (1/2/2026).
Al-Ali menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan Suriah saat ini telah memasuki tahap implementasi kebijakan, setelah sebelumnya melalui fase perencanaan dan uji coba. Menurut dia, keberhasilan strategi kesehatan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan bukan pada banyaknya program, tetapi pada sejauh mana layanan kesehatan menjadi lebih efisien dan benar-benar membantu warga,” kata Al-Ali.
Ia juga menyoroti pentingnya penataan ulang hubungan kerja sama dengan organisasi internasional. Langkah ini dinilai perlu untuk memperbaiki kekurangan di masa lalu, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal dan menjaga stabilitas kompetensi sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Sementara itu, Dr. Asmus Hamirich menyampaikan bahwa rencana strategis Kementerian Kesehatan Suriah dapat menjadi dokumen acuan yang jelas bagi dukungan komunitas internasional. WHO, kata dia, siap memberikan dukungan teknis dan keahlian internasional guna memperkuat sistem kesehatan di Suriah.
Dukungan tersebut meliputi penguatan pemantauan epidemi, upaya pencegahan dan pengendalian polio, serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah Suriah untuk terus memperkuat sistem kesehatan nasional melalui kolaborasi dengan mitra internasional, di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor kesehatan di negara tersebut.
(Tred/Sentralmedia.id)

