ASAHAN-Kmis 23/7/2026, Sentral Media – Kelangkaan Bio Solar Subsidi di SPBU Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, memicu antrean panjang kendaraan angkutan dan truk pada Rabu (22/7/2026). Para sopir mengeluhkan lamanya antrean. Mereka harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM subsidi.
Sejak siang hari, antrean kendaraan mengular di area SPBU. Keterbatasan pasokan Bio Solar Subsidi membuat sejumlah sopir menunda perjalanan. Sebagian sopir juga menghentikan aktivitas pengangkutan barang hingga memperoleh BBM yang dibutuhkan.
Pompa Bio Solar Subsidi Hanya Dua Unit
Minimnya fasilitas pengisian BBM subsidi menjadi salah satu penyebab antrean panjang di SPBU Air Teluk Hessa. Saat ini, pengelola SPBU hanya menyediakan dua pompa pengisian khusus Bio Solar Subsidi. Kondisi ini memperlambat pelayanan bagi kendaraan angkutan yang datang setiap hari.
“Karena pompa tempat pengisian berbahan Bio Solar Subsidi itu hanya dua. Kalau ada empat kemungkinan tidak seperti ini antre panjangnya,” ujar salah seorang sopir truk yang sedang mengantre.
Para pengemudi menilai penambahan jumlah pompa pengisian dapat mempercepat pelayanan. Langkah tersebut juga dapat mengurangi waktu tunggu kendaraan yang terus bertambah setiap harinya.
Sopir Truk Menunggu Berjam-jam
Kelangkaan Bio Solar Subsidi memaksa para sopir menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU. Sebagian sopir memilih bermalam di lokasi. Mereka khawatir kehabisan bahan bakar saat melanjutkan perjalanan.
“Saya di sini sudah berjam-jam menunggu antrean minyak Bio Solar ini, mulai dari jam 13.00 sampai sekarang. Kalau tidak, mobil angkutan kami bisa kehabisan minyak,” ungkap salah satu sopir.
Antrean panjang menghambat aktivitas para pengemudi. Kondisi tersebut juga mengganggu jadwal pengiriman barang ke berbagai daerah. Jika terus terjadi, biaya operasional kendaraan dapat meningkat.
Distribusi Logistik Berpotensi Terganggu
Kelangkaan Bio Solar Subsidi di Sumatera Utara berpotensi mengganggu distribusi logistik. Sebagian besar kendaraan angkutan barang masih menggunakan Bio Solar sebagai bahan bakar utama.
Para sopir mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap pemerintah memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi. Dengan begitu, penyaluran BBM dapat tepat sasaran.
“Kami berharap Pemerintah Republik Indonesia dapat mengawal kelangkaan BBM Bio Solar di Sumatera Utara. Semua mobil angkutan menggunakan Bio Solar. Akibat kelangkaan ini, kami terlambat sampai tujuan dan terkadang harus tidur di SPBU karena minyak tidak cukup,” ujar salah seorang sopir.
Selain menambah pasokan BBM subsidi, para pengemudi juga meminta pemerintah dan pengelola SPBU menambah jumlah pompa pengisian Bio Solar. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan.
Jika kondisi ini terus berlangsung, kelangkaan Bio Solar Subsidi dapat menghambat sektor transportasi. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu distribusi logistik di Kabupaten Asahan dan Sumatera Utara.
Penulis : Hendra Gunawan
Editor : Sentral Media





