ABDYA, Minggu 6 Agustus SENTRAL MEDIA – Seorang warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Erda (30), mengaku kaget setelah tagihan listriknya melonjak drastis hingga mencapai Rp1.023.245. Padahal, warga Desa Iku Lhueng, Kecamatan Jeumpa, itu mengaku selama ini hanya membayar sekitar Rp50.000 setiap bulan.
Erda mengetahui lonjakan tagihan tersebut saat hendak melakukan pembayaran. Dalam catatan pemakaian, jumlah tagihan selama dua bulan mencapai lebih dari Rp1 juta.
“Saya sangat kaget. Kok tiba-tiba bisa membengkak begini, apalagi tanpa pemberitahuan sebelumnya,” kata Erda di Blangpidie, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Erda, jumlah tersebut menimbulkan tanda tanya. Ia mengaku tidak menemukan kesesuaian antara tagihan terbaru dengan pembayaran listrik pada bulan-bulan sebelumnya.
Selama ini, Erda mengaku membayar sekitar Rp50.000 setiap bulan. Karena itu, tagihan hingga Rp1.023.245 untuk pemakaian selama dua bulan membuat dirinya merasa keberatan.
Tagihan Listrik Abdya Capai Rp1 Juta
Erda menjelaskan bahwa PLN mencatat tagihan tersebut pada ID pelanggan 1155101900** miliknya. Ia tidak menyangka jumlah pembayaran listriknya dapat mencapai lebih dari Rp1 juta.
Biaya administrasi pembayaran sebesar Rp7.000 kemudian membuat total uang yang harus Erda keluarkan mencapai Rp1.030.245.
Perbedaan nominal itu menjadi perhatian Erda karena pembayaran listrik sebelumnya hanya berada di kisaran puluhan ribu rupiah setiap bulan.
Kondisi tersebut membuat Erda ingin mengetahui alasan munculnya tagihan dalam jumlah besar. Ia berharap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan penjelasan kepada dirinya sebagai pelanggan.
Menurut Erda, pelanggan membutuhkan informasi yang jelas ketika terjadi perubahan dalam pencatatan atau penagihan pemakaian listrik.
Ia juga berharap PLN segera memberikan penjelasan sehingga pelanggan dapat memahami dasar munculnya jumlah tagihan yang harus mereka bayar.
Warga Minta PLN Beri Penjelasan
Erda meminta PLN memberikan informasi yang jelas apabila terjadi perubahan atau persoalan dalam pencatatan dan penagihan pemakaian listrik.
Baginya, PLN perlu memberi tahu pelanggan ketika terjadi perubahan jumlah tagihan. Dengan informasi tersebut, pelanggan dapat mengetahui alasan kenaikan dan memahami kewajiban pembayaran mereka.
“Harusnya jika ada kenaikan tagihan, PLN dapat melakukan sosialisasi kepada pelanggan. Jangan seperti ini tiba-tiba ada pembengkakan tagihan,” sebutnya.
Erda menilai kenaikan tagihan secara tiba-tiba membuat pelanggan terkejut. Apalagi, jumlah tersebut jauh berbeda dari pembayaran listrik yang selama ini ia lakukan.
Ia berharap PLN menjelaskan persoalan tersebut secara terbuka. Penjelasan itu diperlukan agar dirinya mengetahui alasan tagihan listrik selama dua bulan mencapai Rp1.023.245.
Sampai pernyataan tersebut Erda sampaikan, ia masih mempertanyakan penyebab pasti munculnya tagihan dalam jumlah besar tersebut.
Erda Keberatan Membayar Tagihan
Selain meminta penjelasan, Erda juga mengaku keberatan dengan jumlah tagihan listrik yang harus ia bayar.
Nominal Rp1.023.245 untuk pemakaian selama dua bulan sangat berbeda dari pembayaran sebelumnya. Selama ini, Erda mengaku hanya mengeluarkan sekitar Rp50.000 setiap bulan.
Jika dibandingkan dengan pembayaran sebelumnya, lonjakan tersebut membuat beban pembayaran menjadi jauh lebih besar.
Karena keberatan, Erda mengaku belum bersedia membayar tagihan tersebut. Ia ingin mengetahui alasan munculnya jumlah tagihan itu terlebih dahulu.
“Saya enggan untuk membayar tagihan sebesar itu,” pungkasnya.
Erda berharap PLN memberikan penjelasan mengenai tagihan tersebut. Ia ingin mengetahui dasar pencatatan tagihan sebelum mengambil keputusan terkait pembayaran.
Warga Desa Iku Lhueng itu juga berharap PLN memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan ketika terjadi perubahan atau persoalan dalam pencatatan tagihan listrik.
Dengan informasi yang jelas, pelanggan dapat memahami rincian pembayaran dan mengetahui alasan ketika jumlah tagihan mengalami kenaikan secara signifikan.
Hingga berita ini ditulis, Erda masih menunggu penjelasan dari PLN mengenai tagihan listrik yang mencapai Rp1.023.245 untuk pemakaian selama dua bulan.
Jurnalis : Tousi
Editor : Sentralmedia.id





