More
    spot_img

    Warga Gunung Tujuh Keluhkan Pelayanan BRI Unit Pelompek

    Kerinci,  Sentralmedia.id – Sejumlah warga Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, menyampaikan keluhan terkait pelayanan yang diberikan oleh BRI Unit Pelompek. Keluhan tersebut mencakup proses administrasi pencairan dana yang dinilai rumit serta ketersediaan uang tunai pada mesin ATM yang sering mengalami kekosongan saldo, terutama pada hari pasar.

    Salah seorang warga Desa Bumbun Duri mengungkapkan pengalamannya saat mengurus pencairan dana milik anggota keluarganya yang bernama Yesi Media dan saat ini berada di Malaysia.

    Menurut keterangan keluarga, sebelum berangkat ke Malaysia, yang bersangkutan telah membuat surat kuasa kepada anaknya saat masih berada di Padang. Selain itu, dokumen identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) juga telah disiapkan untuk memenuhi persyaratan administrasi pencairan dana di Kerinci.

    Setelah seluruh dokumen diserahkan kepada pihak BRI Unit Pelompek, keluarga nasabah mengaku diminta melengkapi surat keterangan kuasa yang diterbitkan oleh pemerintah desa. Pada Kamis, 4 Juni 2026, dokumen yang diminta tersebut telah diserahkan kepada pihak bank.

    Namun demikian, pihak keluarga menyatakan bahwa proses pencairan dana masih mengalami kendala. Menurut mereka, surat kuasa tersebut kembali dipersoalkan dengan alasan adanya dugaan ketidaksesuaian tanda tangan.

    Keluarga nasabah menilai alasan tersebut belum disertai penjelasan yang memadai sehingga menimbulkan kesan bahwa proses pencairan dana menjadi semakin sulit.

    “Kami telah menjelaskan bahwa surat kuasa tersebut dibuat langsung oleh pemilik rekening sebelum berangkat ke Malaysia. Seluruh dokumen yang diminta telah kami lengkapi, namun hingga saat ini dana tersebut belum dapat dicairkan,” ujar pihak keluarga.

    Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan nasabah yang berharap pelayanan perbankan dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, serta memberikan solusi yang memudahkan masyarakat.

    Baca Juga:  Prof Sutan Nasomal Dorong Adopsi Hukuman China untuk Koruptor di Indonesia

    Selain persoalan administrasi, warga Kecamatan Gunung Tujuh juga mengeluhkan kondisi mesin ATM BRI Unit Pelompek yang disebut sering kehabisan uang tunai pada hari pasar yang berlangsung setiap hari Senin.

    Akibat kondisi tersebut, masyarakat tidak dapat melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM pada saat kebutuhan transaksi sedang meningkat. Sejumlah warga menyatakan bahwa kejadian tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan bukan hanya terjadi sekali atau dua kali.

    Masyarakat berharap pihak BRI dapat melakukan evaluasi terhadap pengelolaan mesin ATM dan memastikan ketersediaan uang tunai, khususnya pada hari pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

    Sebagian warga juga mengaku terpaksa melakukan penarikan dana melalui agen BRILink dengan biaya administrasi tertentu karena tidak dapat memperoleh layanan melalui ATM. Terkait hal tersebut, terdapat dugaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara kondisi ATM yang sering kosong dengan meningkatnya penggunaan layanan BRILink. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak terkait.

    Selain keluhan mengenai pencairan dana dan layanan ATM, sejumlah nasabah juga menyampaikan masukan terkait proses penyelesaian pinjaman yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pengawasan lebih lanjut agar seluruh pelayanan perbankan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Masyarakat berharap pihak Bank BRI maupun instansi berwenang dapat memberikan penjelasan dan klarifikasi atas berbagai keluhan yang berkembang, termasuk terkait dugaan pungutan yang tidak sesuai ketentuan serta persoalan pencairan dana nasabah.

    Warga juga berharap dilakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di BRI Unit Pelompek guna menjaga kepercayaan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak media menyatakan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak BRI Unit Pelompek terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

    Baca Juga:  Prof. Dr. Sutan Nsomal: Presiden RI Perlu Mewaspada Penguatan Dolar AS

     

    SHARE:

    Advertisement

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img

    ARTIKEL POPULER