More

    Program MBG Dipertanyakan, Publik Tuntut Evaluasi Total

    Beragam laporan mengenai makanan MBG yang basi, busuk, bahkan ditemukan berulat, terus bermunculan.

    Sentralmedia.id  – Desakan untuk menolak dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menguat. Di berbagai media massa dan ruang-ruang diskusi publik, suara kritis terhadap program ini terus bergema, mempertanyakan efektivitas sekaligus dampaknya bagi generasi muda.

    Sorotan tajam muncul karena hingga kini belum terlihat respons tegas dari Presiden maupun instansi terkait. Pemerintah dinilai lebih menonjolkan capaian angka dan apresiasi atas pelaksanaan program, sementara berbagai insiden di lapangan termasuk kasus keracunan massal kerap dianggap masih dalam batas “persentase wajar”. Pendekatan berbasis statistik ini justru memantik pertanyaan publik apakah keselamatan anak-anak bisa diukur semata dari angka.

    Beragam laporan mengenai makanan MBG yang basi, busuk, bahkan ditemukan berulat, terus bermunculan. Sejumlah kasus keracunan massal yang menimpa siswa sekolah sebagai calon generasi penerus bangsa semakin mempertegas kekhawatiran masyarakat. Namun, kritik yang datang silih berganti itu dinilai belum memperoleh perhatian dan langkah kebijakan yang jelas.

    Sebagian pihak menilai program ini terlalu sering dipromosikan dari sisi pembukaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi. Sementara itu, aspek kualitas dan keamanan pangan bagi anak-anak belum sepenuhnya menjadi prioritas utama. Padahal, yang dipertaruhkan bukan sekadar distribusi makanan, melainkan kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

    Di lapangan, sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit perut, mual, muntah, hingga sesak napas setelah mengonsumsi makanan MBG. Fakta-fakta ini memperkuat pandangan bahwa program tersebut dinilai baru sebatas “mengenyangkan perut”, belum menyentuh tujuan yang lebih besar seperti mendukung kecerdasan dan daya pikir anak.

    Lebih jauh lagi, muncul perdebatan mengenai dasar prioritas kebijakan. Sejumlah kalangan menegaskan bahwa amanat utama Undang-Undang Dasar adalah menjamin pendidikan yang bermutu, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membentuk kemampuan berpikir kritis dan pengelolaan ilmu pengetahuan yang membangun masa depan anak bangsa. Dalam perspektif ini, program MBG dipandang perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak melenceng dari tujuan besar tersebut.

    Baca Juga:  Menu MBG di SMP dan SMA Swasta Nesi Neonmat Kupang Tertib

    Di tengah menguatnya desakan publik, kini sorotan tertuju pada pemerintah, akankah evaluasi menyeluruh dilakukan, atau kritik ini kembali berlalu tanpa perubahan kebijakan yang berarti. (“)

    (Ered/Sentralmedi.id)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    ARTIKEL POPULER