Nagekeo, Sentralmedia.id – Festival Nagekeo One Be pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023 dengan tujuan memperkuat identitas budaya lokal khususnya tas tradisional “Be” serta mempertahankan warisan kearifan lokal di Nagekeo. Dalam edisi awal, festival diinisiasi oleh pemerintah daerah bersama komunitas lokal, termasuk Dimensi Indonesia, untuk menyelenggarakan rangkaian acara budaya, pameran kerajinan, pertunjukan adat, dan aktivitas lingkungan hidup.
Dimensi Indonesia berperan sebagai bagian penting dalam proses ini menjadi penghubung antar pemerintah, komunitas lokal, pelaku ekonomi kreatif, membantu publikasi dan promosi festival, serta mendorong partisipasi warga dan pelaku kreatif.
Festival Tahun 2025: Kebangkitan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Berkelanjutan
Pada tahun 2025, festival Nagekeo One Be memasuki tahap baru dengan tema “Kebangkitan Ekonomi Kreatif”. Festival digelar di Lapangan Berdikari, Danga, Mbay, Kabupaten Nagekeo mulai 22–25 Oktober 2025.
Beberapa poin penting dari edisi 2025:
-
Festival mengusung fokus pelibatan pelaku UMKM dan talenta lokal dalam sub-sektor ekonomi kreatif seperti kriya, kuliner, fotografi, fashion, musik, seni rupa, dan pertunjukan seni.
-
Tujuan strategis adalah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nagekeo, memperpanjang lama tinggal, dan memperluas jejaring nasional/internasional promosi pariwisata.
-
Festival juga diarahkan untuk memenuhi syarat kurasi oleh program Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
-
Lebih dari aspek hiburan, festival digambarkan sebagai “ruang sosial” di mana warga, komunitas, pelaku seni, dan pengusaha kreatif bertemu, berbagi, dan membangun identitas bersama.
Peran Dimensi Indonesia dalam Konteks Tahun 2025
Walaupun peran Dimensi Indonesia dalam edisi 2025 tidak selalu disebutkan, berdasarkan peran mereka pada edisi sebelumnya, beberapa kontribusi penting mereka bisa diasumsikan:
-
Menjadi mitra dalam promosi digital dan dokumentasi festival, menyebarkan narasi “Be” dan budaya Nagekeo ke audiens lebih luas.
-
Memfasilitasi kolaborasi antara pelaku kreatif lokal dan komunitas internasional/luar daerah yang tertarik pada budaya Nagekeo.
-
Menjadi penghubung antara aspek budaya dan ekonomi kreatif: membantu menciptakan sinergi antara kerajinan “Be”, pelaku fashion lokal, dan sektor pariwisata.
-
Mendorong festival agar tidak sekadar acara tahunan, tetapi menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan identitas lokal, ekonomi warga, dan pariwisata yang saling menguatkan.
Analisis dan Saran Penulis
Dari penggabungan peran komunitas lokal seperti Dimensi Indonesia dan kemajuan festival hingga 2025, ada beberapa catatan reflektif dan saran sebagai berikut:
-
Festival berhasil bergeser dari “perayaan budaya” saja ke arah “ekonomi kreatif” yang lebih luas.
-
Identitas “Be” sebagai simbol memberikan keunikan yang bisa membedakan Nagekeo dari destinasi lain.
-
Adanya target kurasi KEN menunjukkan bahwa pemerintah daerah punya visi untuk menjadikan festival ini berkelanjutan dan berdaya saing.
Tantangan & Saran:
-
Dampak Keberlanjutan:
Festival membangkitkan antusiasme, namun perlu ada mekanisme untuk mengukur dampak nyata berapa UMKM yang tumbuh, berapa kunjungan wisatawan meningkat, bagaimana pendapatan warga terdampak. -
Integrasi Budaya dengan Kreatif dan Lingkungan:
Identitas “Be” sangat kuat, namun perlu digarap lebih lanjut ke produk kreatif yang bisa bersaing di pasar nasional/internasional, serta ke aspek lingkungan (karena identitas budaya sering tersambung dengan ekologi lokal).
Saran: Mengembangkan lini produk kerajinan “Be” yang modern namun tetap autentik, dan mengaitkan dengan ekowisata atau komunitas konservasi budaya & alam. -
Partisipasi Komunitas dan Pemuda Lokal:
Agar festival bukan hanya satu event tahunan, tetapi menjadi gerakan sosial-kultural-ekonomi. Komunitas seperti Dimensi Indonesia sangat penting, tetapi harus memupuk basis yang lebih luas termasuk pemuda, sekolah, desa-komunitas.
Saran: Buat program satelit sepanjang tahun (workshop, pelatihan kerajinan “Be”, kompetisi kreatif lokal) agar momentum festival terjaga. -
Promosi dan Jejaring yang Lebih Luas:
Meskipun target promosi ke level nasional/internasional disebutkan, tantangan geografis dan infrastruktur masih nyata.
Saran: Bangun kemitraan dengan agen perjalanan, platform digital pariwisata, media nasional/internasional. Gunakan cerita “Be” dan budaya Nagekeo sebagai pijakan promosi berbeda.
Gabungan antara komitmen pemerintah daerah, komunitas lokal seperti Dimensi Indonesia, dan semangat ekonomi kreatif telah membawa festival Nagekeo One Be ke tahap yang lebih maju pada tahun 2025. Festival ini tidak hanya sekadar pesta budaya, tetapi telah menjadi platform transformasi sosial-ekonomi bagi masyarakat Nagekeo.
Jika terus dikembangkan dengan strategi yang jelas, evaluasi yang konsisten, dan partisipasi komunitas yang lebih luas, maka Nagekeo One Be bisa menjadi model nasional bagaimana daerah kecil dengan identitas kuat bisa memanfaatkan budaya sebagai sumber daya pembangunan yang berkelanjutan.

