Labuhan batu, Sentralmedia.id – Peringatan malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1447 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid Raya Al-Ikhlas, Asrama Haji Ujung Bandar, Jalan SM Raja, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, serta ratusan masyarakat yang memadati area masjid.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Kepolisian Resor Labuhanbatu H. Matondang bersama sejumlah pejabat utama Polres Labuhanbatu. Turut hadir Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, para tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan. Para jamaah kemudian melaksanakan salat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan makan malam bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
Memasuki acara inti, peringatan Nuzulul Qur’an diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta tausiyah agama yang mengingatkan kembali makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST mengajak masyarakat menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Menurut dia, peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, kita diharapkan dapat memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Nuzulul Qur’an diperingati setiap 17 Ramadhan untuk mengenang peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa tersebut menandai awal turunnya Al-Qur’an yang kemudian menjadi pedoman hidup umat Islam.
Di berbagai daerah di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembacaan Al-Qur’an, dan tausiyah yang bertujuan memperkuat nilai spiritual umat Islam selama bulan Ramadhan.
Kegiatan di Masjid Raya Al-Ikhlas tersebut ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Pemerintah daerah berharap momentum ini dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Labuhanbatu dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.
(Red/Sentralmedia.id)

