More
    spot_img

    Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

    Bandung,Sentralmedia.id – Prof Dr Sutan Nasomal menilai situasi dunia Internasional selama sebulan belakangan ini sangat memprihatinkan. konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia memperlihatkan bahwa persaingan antar negara tidak lagi sekadar berkaitan dengan ideologi atau kekuatan militer, melainkan juga menyangkut penguasaan sumber daya alam, energi dan teknologi, di jadikan rebutan oleh seluruh kepentingan politik elit international.

    Menurut Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH, salah satu faktor yang turut memengaruhi perubahan konstelasi dunia saat ini adalah semakin menguatnya kelompok negara-negara BRICS. Organisasi yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan tersebut kini berkembang dengan bergabungnya sejumlah negara lain, termasuk Indonesia pada tahun 2025. Kehadiran BRICS dipandang sebagai upaya menciptakan keseimbangan baru dalam tatanan ekonomi global yang selama ini didominasi oleh negara-negara Barat.

    Ketakutan amerika dan israel bahwa persatuan negara BRICH akan tercipta tandingan kuat untuk melawan kekuatan amerika dan Barat. Apalagi china sudah sangat kuat teknologinya dan terbukti amerika tertinggal jauh. Maka tercipta suhu panas politik yang mengganggu ketenangan amerika di bawah bayangan presiden donald trump bersama para sekutunya.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa China telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Kemajuan teknologi, industri manufaktur, dan perdagangan yang dimiliki negara tersebut berhasil menempatkannya sebagai pemain utama dalam pasar internasional. Produk-produk asal China kini menguasai berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga, elektronik, telekomunikasi, hingga kendaraan listrik. Dan mendapat dukungan besar dari investor negara negara kaya yang datang bergabung ke china menciptakan kelas persaingan dagang yang serius dan ditakuti amerika. Maka para elit global melakukan manuver perang melalui trik kotor.

    Baca Juga:  Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Tetapkan Hukuman Mati Bagi LGBT

    Tahun 2020 sekenario meruntuhkan ekonomi dilakukan oleh pihak yang sangat marah dan ketakutan agar china bisa bangkrut bersama negara-negara sekutunya. Karena kurang modal, pemaen elit global covid 19 terhentikan dan menjadi hilang begitu saja, setelah 3 tahun menjadi teror menakutkan. Memang targetnya adalah menakut-nakuti masyarakat dunia dan melumpuhkan ekonomi dunia.

    Wabah Covid 19 meledak merata menghentikan jalur ekonomi. Korban berjatuhan di seluruh dunia akibat virus covid 19 disebar oleh para ahli virus gelap. Di akhir 2023 covid hilang dan timbul lagi tahun 2025 tetapi gagal.

    Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati masyarakat dunia menyampaikan kepada media. BRICH telah berdiri dari tahun 2009 dengan anggotanya Brasil, Rusia india, China, Afrika Selatan, Ethiopia, Mesir, Iran, Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia bergabung tahun 2025. Menjadi pesaing hebat untuk mengalahkan kepentingan kapitalisme dan kekuatan amerika.

    Kehadiran BRICH sebagai bentuk kesadaran akibat dampak hancurnya pasar dagang di timur tengah yang selama ini menjadi dasar pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, kawasan Timur Tengah tetap menjadi wilayah strategis yang memiliki peran penting dalam percaturan geopolitik global. Cadangan minyak dan gas yang melimpah menjadikan kawasan ini sebagai pusat perhatian berbagai kekuatan dunia. Tidak mengherankan apabila konflik dan ketegangan politik di wilayah tersebut sering dikaitkan dengan kepentingan ekonomi dan energi.

    Negara Iraq yang memiliki pipa minyak sampai ke rusia dan membantu negara negara miskin agar bisa membangun. Dihancurkan agar minyaknya bisa dikuasai amerika dan digunakan untuk menopang ekonominya. Setelah itu Iran dijadikan target untuk di kuasai minyaknya yang sangat murah yang selama ini menopang negara china dan banyak negara di asia tenggara.

    Baca Juga:  Wagub Jihan Nurlela Tinjau Jalan Jabung–Simpang Maringgai

    Terlihat sangat terbuka bahwa perang antara amerika iran adalah dampak iran menopang pembangunan china atau negara negara kecil dan sudah sangat lama china melindungi iran dan bekerja sama dengan baik. Bahkan kekayaan minyak iran mampu menjadi BBM termurah di dunia. Amerika yang ketakutan Iran menjadi negara kuat melaksanakan teror dengan perang, bertujuan mengambil atau kuasai minyak di iran. Agar china bersama sekutunya ambruk ekonominya dan tidak bisa menjadi pesaing dagang.

    Tidak di duga kemudian venezuela diculik pemimpinnya agar minyaknya bisa di kuasai amerika. Karena perang amerika melawan iran butuh minyak murah dan berlimpah. Maka bisa disimpulkan bahwa di balik perang yang dilaksanakan amerika adalah bertujuan menguasai SDA di dunia baik Minyak dll.

    Israel Raya hanya sebuah konsep bahwa inilah iklan dan kampannye bahwa silahkan adu kuat baik dengan pengaruh politik dan militer amerika israel dengan sekutunya melawan seluruh negara yang tidak pro. Timur tengah dan Seluruh persia mau dikuasai Israel raya. Itulah tujuan di bangun negara israel di timur tengah agar menjadi teror untuk timur tengah dan persia agar SDA atau minyaknya bisa satu pintu di kuasai amerika israel. Anehnya pernyataan mentri pertahanan amerika Mr Hegseith menyampaikan pendapatnya bahwa muslim sunni dan syiah adalah musuh amerika. Padahal seluruh muslim di dunia tidak pernah memerangi amerika dan sekutunya.

    Prof Dr Sutan menyampaikan. Marahnya amerika karena berdiri brics menjadi pemicu permainan elit global kapitalis menyetujui perang dan memiskinkan wilayah timur tengah, persia afrika dan asia. Tujuan memiskinkan negara negara yang terbanyak muslimnya adalah target elite global kapitalis agar mudah di teror serta di atur. Tentu SDA akan dikuras habis oleh para kapitalis. Kemudian memiskinkan afrika dan asia agar hanya ada satu jagoan di dunia. Berjudi harga minyak dalam kondisi krisis parah harga minyak antara kapitalis amerika dengan sekutunya bersama iran china dan rusia

    Baca Juga:  FPMB Dukung Sasi Adat, Desak Stop Alat Berat di Gunung Botak

    Rusia pernah menjadi negara besar bernama uni soviet. Perang saudara memecah belah uni soviet dan tekanan politik kapitalisme yang dipimpin amerika. Amerika tidak mau uni soviet menjadi pesaing teknologi dan ekonomi. Maka hal ini memudahkan amerika menguasai timur tengah, persia afrika dan asia. Untuk mengamankan wilayah timur, rusia menjadi pelopor poros baru yang bernama BRICH. Guna perdagangan minyak atau energi dunia bisa berimbang dan saling menekan harga minyak agar lebih murah yang semakin mahal di kuasai negara timur tengah bersama amerika. Berjudi harga minyak menjadi cara para elit global yang lagi gelap mata.

    Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menghimbau presiden RI jangan terlibat dengan permainan judi para elite global. Lebih baik netral dan perhatikan ekonomi dan ketahanan negara RI. Tidak perlu keras kepala dan sulit menerima nasehat para orang tua dulu. Gunakan ilmu padi yang berisi. Agar tercipta kemakmuran maka gunakan SDA RI untuk bertahan saat ini, ketika rombongan para gajah sedang berjudi dan beradu perang dipimpin keserakahan atau ketamakan. Hal yang paling berbahaya adalah ketika rakyat sudah tidak percaya kepada pemimpinnya.

    Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

    Redaksi Sentralmedia.id  (Sadarudin Pua Mbusa)

     

    SHARE:

    Advertisement

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img

    ARTIKEL POPULER