More
    spot_img

    Prabowo: Pancasila Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

    Dalam pidatonya, Presiden menjelaskan bahwa konsep ekonomi yang berlandaskan Pancasila merupakan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, kemanusiaan, serta persatuan nasional. Menurutnya, prinsip tersebut tercermin dalam pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan secara bertanggung jawab demi kepentingan rakyat dan keberlanjutan generasi mendatang.

    Presiden menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan sekadar aset ekonomi, melainkan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ekonomi Pancasila tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama bagi kelompok yang paling rentan.

    Ia menegaskan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia sebagai investasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memastikan petani memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau dan distribusi yang tepat waktu, serta memberikan akses pasar yang adil bagi para nelayan agar kesejahteraan mereka terus meningkat.

    Presiden juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap para pekerja. Menurutnya, setiap pekerja berhak memperoleh kesempatan kerja yang layak, penghasilan yang memadai, serta perlindungan yang menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan hidup mereka.

    Baca Juga:  Sergius Klau, S.H Soroti Kasus Pencabulan Anak di Desa Naimana

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu. Ia menilai bahwa selama ini sebagian besar keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam Indonesia belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat luas.

    Untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan strategis, seperti penerapan sistem ekspor satu pintu, pengembangan industri hilir, serta penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor. Langkah tersebut dilakukan agar nilai tambah sumber daya alam dapat dinikmati secara maksimal oleh bangsa Indonesia.

    Menutup amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan kemakmuran yang adil dan merata bagi seluruh rakyat. Menurutnya, ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila merupakan jalan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

    SHARE:

    Advertisement

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img

    ARTIKEL POPULER