More
    spot_img

    Peserta Seleksi Koperasi Desa Merah Putih Keluhkan Sistim CAT

    Peserta seleksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengeluhkan pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung di Al Kautsar

    Bandar Lampung, Sentralmedia.id  – Peserta seleksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengeluhkan pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung di Al Kautsar megalami masalah ketika mengisi jawaban soal subtes.

     Pratama yang merupakan salah satu peserta yang mengikuti tes pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2026, mengaku mengalami gangguan teknis sejak awal pelaksanaan subtes. Ia menuturkan bahwa sistim digital  tidak merespons dengan baik beberapa pilihan jawaban yang sudah  dipastikan.

    “Pada awalnya berjalan normal, namun saat memasuki subtes pertama diurutan nomor ke 10 mulai ada  kejanggalan saat menuntukan pilihan dari jawaban soal. Saya memilih jawaban A, tetapi sistem justru otomatis berpindah ke pilihan D. Meski sudah diklik berulang kali, jawaban tetap berubah ke pilihan lain,” ujarnya kesal.

    Pratama menjelaskan, gangguan tersebut tidak hanya terjadi sekali, melainkan berulang pada sejumlah soal di hampir seluruh subtes. Ia juga menyebut beberapa soal sulit dipilih sehingga membutuhkan beberapa kali klik agar dapat merespon.

    “Waktu yang diberikan hanya tujuh menit untuk setiap subtes. Ketika  harus terus memperbaiki jawaban karena sistem bermasalah, waktu menjadi banyak terbuang untuk memperbaiki jawaban,” katanya.

    Ia mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada panitia di lokasi ujian. Namun, panitia menyatakan bahwa sistem tetap akan membaca jawaban pertama yang dipilih peserta.

    “ Hal tersebut tidak menjadi masalah karena sistem nantinya akan otomatis merekam jawaban pertama yang dipilih,” ucapnya.

    Keluhan serupa disampaikan juga oleh Jaya, salah satu peserta yang mengalami gangguan sistim saat mengerjakan soal ujian. Ia mengaku gangguan sistim digital selain menyita waktu juga menggangu kosentrasi saat memastikan jawaban yang  dianggap benar.

    “Saat CAT berlangsung, pilihan jawaban sering berpindah sendiri sehingga harus diklik berulang kali. Kondisi ini sangat menyita waktu dan tentu merugikan peserta seleksi, apalagi waktu yang di berikan hanya 7 menit untuk setiap subtes,” ungkap Jaya.

    Baca Juga:  Menkeu Purbaya Copot Dua Dirjen, Diisi Pelaksana Harian

    Para peserta berharap panitia dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem CAT yang digunakan serta memberikan solusi bagi peserta yang terdampak agar tidak mengalami kerugian dalam proses seleksi.

    SHARE:

    Advertisement

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img

    ARTIKEL POPULER