Sentralmedia.id, Makassar – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar, Andi Abdul Aziz, menjadi perhatian setelah berhasil mengungkap kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis solar.
Perwira tinggi TNI Angkatan Laut berpangkat bintang dua tersebut memimpin langsung operasi yang bermula dari laporan intelijen pada 22 Februari 2026.
Dalam operasi tersebut, Tim Intelijen TNI AL mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di kawasan muara Sungai Tello, Makassar, yang terhubung langsung dengan perairan laut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, terdapat dua kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang tengah bersandar dan diduga akan menerima pasokan solar dari darat secara ilegal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Andi Abdul Aziz segera mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
Tim Quick Response (TQR) Kodaeral VI kemudian melakukan inspeksi terhadap dua kapal, yakni SPOB Saniya dan SPOB Sukses Rahayu 1999, yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Kedua kapal tersebut saat ini telah diamankan di Dermaga Fasharkan Makassar untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa muatan berupa High Speed Diesel (HSD) atau solar yang berada di dalam kapal tidak dilengkapi dokumen resmi, sehingga diduga merupakan BBM ilegal.
Pengembangan kasus kemudian dilakukan untuk menelusuri asal-usul bahan bakar tersebut.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa solar tersebut diangkut dari darat menggunakan tujuh unit truk tangki yang sebelumnya mengisi BBM di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berbeda.
Seluruh truk tangki tersebut telah diamankan oleh petugas, dengan kapasitas angkut berkisar antara 5.000 hingga 24.000 liter.
Sementara itu, total volume solar yang ditemukan di dua kapal diperkirakan mencapai sekitar 106 kiloliter.
Menurut keterangan dari berbagai sumber resmi, praktik penyelundupan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi kerap terjadi di wilayah pesisir dan pelabuhan, karena adanya selisih harga yang signifikan antara BBM subsidi dan non-subsidi.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menegaskan akan terus meningkatkan patroli serta operasi intelijen untuk menekan peredaran BBM ilegal, khususnya di wilayah perairan strategis.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan guna mengungkap jaringan yang terlibat, termasuk asal distribusi dan tujuan akhir pengiriman BBM ilegal tersebut.
(Red/Sentralmedia.id)

