ACEH BARAT, SENTRAL MEDIA – Masyarakat Gampong Bakat, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, antusias memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, warga menghadirkan 11 ornamen unik yang dihiasi ribuan makanan ringan (snack).
Kreativitas warga membuat perayaan Maulid berlangsung semakin meriah. Berbagai bentuk ornamen menarik perhatian masyarakat dan tamu yang hadir,Senin(28/9/2026).
11 Ornamen Hiasi Perayaan Maulid
Masyarakat membuat 11 ornamen dengan bentuk yang beragam. Kreasi tersebut antara lain Tugu Zamzam, Betra Nabi Noh, Kios Arab, Bintang Bulen, Rencong Aceh, Tugu Khatulistiwa, Gerbang Masjid, Gerbang Mekah, Tugu Rehai, Tugu Bogor, dan Tugu Turki.
Warga mengerjakan seluruh ornamen secara swadaya. Mereka menghabiskan anggaran sekitar Rp50 juta untuk membuat berbagai kreasi tersebut.
Ketua Pemuda Gampong Bakat, Nasrullah, mengatakan masyarakat mengerjakan ornamen secara berkelompok.
“Pengerjaan seluruh ornamen ini memakan waktu sekitar tiga pekan. Masyarakat mengerjakannya secara berkelompok,” ujar Nasrullah.
Pemuda dan Warga Gotong Royong
Nasrullah menjelaskan, masyarakat mengerjakan ornamen selama kurang lebih tiga pekan. Para pemuda ikut menggerakkan warga dalam proses pembuatan.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari kegiatan keagamaan masyarakat Gampong Bakat. Warga juga ingin mempertahankan tradisi tersebut untuk generasi mendatang.
Semangat gotong royong terlihat selama proses persiapan. Setiap kelompok mengerjakan ornamen sesuai kreativitas masing-masing.
Maulid Hadirkan Dike dari 10 Desa
Peringatan Maulid Akbar berlangsung pada 29 September 2026. Panitia memulai acara setelah salat Zuhur.
Panitia mengundang rombongan dike atau jamaah zikir dari 10 desa. Mereka hadir untuk membawakan nazam-nazam Arab dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keuchik Gampong Bakat, Mustafa Husen, mengatakan seluruh tamu undangan hadir dalam acara tersebut.
“Acara Maulid Akbar dimulai siang setelah salat Zuhur. Ada sepuluh kampung yang kami undang. Alhamdulillah, seluruh tamu undangan sudah hadir untuk membawa nazam-nazam Arab,” kata Mustafa Husen kepada wartawan.
Warga dari Berbagai Desa Ikut Hadir
Kemeriahan Maulid menarik perhatian masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Woyla. Pengunjung tidak hanya berasal dari Gampong Bakat.
Salah seorang pengunjung asal Desa Kuala Bhee, Habibi, mengaku melihat suasana Maulid tahun ini lebih meriah.
Menurut Habibi, kemeriahan terlihat dari banyaknya ornamen dan cara masyarakat menyambut tamu.
Setiap desa undangan mendapatkan nasi beserta bu balai. Makanan tersebut berupa nasi ketan yang dihias dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.
“Maulid di Bakat kali ini jauh lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Setiap tamu bukan hanya mendapatkan nasi. Mereka juga mendapatkan makanan ringan atau snack yang menempel pada setiap ornamen,” ujar Habibi.
Tradisi Maulid Jadi Warisan Masyarakat
Bagi masyarakat Gampong Bakat, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.
Ribuan snack yang menghiasi ornamen juga menunjukkan kreativitas masyarakat. Warga menggabungkan tradisi keagamaan dengan semangat gotong royong.
Masyarakat Gampong Bakat berharap tradisi tersebut terus berlangsung. Mereka juga ingin mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Kemeriahan Maulid tahun ini menjadi gambaran kuatnya kebersamaan masyarakat. Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan upaya warga menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. (Tousi)
Redaksi/Editor : Sentralmedia.id





