More
    spot_img

    Prof. Dr. Sutan Nasomal: Edukasi Keluarga Indonesia tentang Langkah yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Perang Sangat Penting di Tengah Situasi Timur Tengah

    Jakarta, Sentralmedia.id  – Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH Pakar hukum internasional menilai bahwa pemerintah perlu memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi situasi darurat akibat meluasnya konflik atau perang di tingkat internasional.

    Dalam keterangannya kepada sejumlah media dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta, Prof. Sutan Nasomal menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto, dapat mempertimbangkan untuk menginstruksikan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta aparat TNI dan Polri agar memberikan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat sebagai langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.

    Menurutnya, edukasi tersebut penting agar masyarakat memahami cara melindungi diri dan keluarga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia, apabila terjadi keadaan darurat yang berdampak pada keamanan dan keselamatan warga.

    Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa upaya kesiapsiagaan tidak boleh dianggap sebagai tindakan yang berlebihan. Sebaliknya, langkah antisipatif merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga keselamatan rakyat. Selain itu, pemerintah juga perlu terus memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional, baik di wilayah darat, laut, maupun udara, guna menghadapi berbagai kemungkinan ancaman yang dapat muncul sewaktu-waktu.

    Ia menjelaskan bahwa edukasi bagi keluarga Indonesia merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Berbagai konflik yang terjadi di sejumlah negara menunjukkan bahwa masyarakat yang tidak memiliki kesiapan sering kali menjadi kelompok yang paling terdampak. Anak-anak dan lansia, misalnya, kerap menghadapi risiko kehilangan tempat tinggal, kekurangan pangan, gangguan kesehatan, hingga kesulitan memperoleh perlindungan yang memadai.

    Karena itu, pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, perlindungan keluarga, serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat perlu diberikan secara luas kepada masyarakat, termasuk mahasiswa, pelajar, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya.

    Baca Juga:  Babinsa Atu Lintang Gelar Komsos Bersama Warga Desa Binaan

    Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal menyampaikan bahwa perang merupakan kondisi yang tidak diinginkan oleh setiap negara. Namun, dalam situasi tertentu ketika kedaulatan, keamanan, dan keselamatan negara terancam, tindakan pertahanan dapat menjadi pilihan yang tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga.

    Ia juga menilai bahwa masyarakat di wilayah perkotaan maupun pedesaan perlu memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Edukasi mengenai mitigasi risiko, evakuasi, perlindungan kelompok rentan, serta pengelolaan kebutuhan dasar selama masa krisis perlu menjadi bagian dari program pembinaan masyarakat.

    Dalam konteks tersebut, Prof. Sutan Nasomal berharap TNI, termasuk satuan-satuan yang memiliki kompetensi khusus dalam bidang pertahanan dan penyelamatan, dapat berperan aktif memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat. Materi yang diberikan dapat mencakup pembentukan kelompok siaga masyarakat, perlindungan anak-anak dan lansia, pemilihan lokasi perlindungan yang aman, serta persiapan logistik dasar apabila diperlukan proses evakuasi.

    Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pengetahuan mengenai cara memperoleh sumber air bersih, pengelolaan kebutuhan pangan, pertolongan pertama, serta penggunaan sarana navigasi sederhana seperti peta dan kompas dalam situasi darurat.

    Menurutnya, pembangunan budaya kesiapsiagaan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, program edukasi harus dilaksanakan secara menyeluruh hingga ke tingkat kelurahan, desa, dan komunitas masyarakat.

    Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan keamanan modern. Ia menilai bahwa perkembangan teknologi saat ini telah mengubah karakter konflik, sehingga masyarakat perlu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko-risiko yang dapat muncul di tengah perkembangan situasi global.

    Baca Juga:  Iran Akan Tentukan Pemimpin Baru Ganti Ayatollah Ali Khamenei

    “Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat perlu terus ditingkatkan. Dengan adanya edukasi yang baik dari pemerintah bersama TNI dan Polri, masyarakat tidak hanya mampu melindungi diri dan keluarganya, tetapi juga dapat mendukung upaya negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban apabila terjadi situasi darurat,” ujarnya.

    Sebagai penutup, Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa edukasi kesiapsiagaan bukan bertujuan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, melainkan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang.

    Narasumber:
    Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.
    Pakar Hukum Internasional
    Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia
    Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia
    Pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus.

    SHARE:

    Advertisement

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img

    ARTIKEL POPULER