Kupang, Sentralmedia.id– Kuasa hukum korban pencabulan, Sergius Klau, S.H., mendesak Kepolisian Resor Malaka agar segera menangkap terduga pelaku kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur demi terciptanya kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban maupun masyarakat.
Hingga kini, korban bersama keluarga masih menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum. Menurut pihak kuasa hukum, keterlambatan penanganan perkara dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta memunculkan anggapan bahwa hukum belum sepenuhnya hadir untuk melindungi kelompok yang lemah, khususnya anak-anak sebagai korban tindak pidana.
Sergius Klau, S.H., menyampaikan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui dan proses penyelidikan juga telah berjalan. Karena itu, aparat penegak hukum dinilai perlu segera mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan spekulasi maupun ketidakpercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.
“Kami menghargai langkah awal penyidik. Namun, keadilan tidak boleh tertunda terlalu lama. Kepastian hukum sangat penting agar korban memperoleh perlindungan dan masyarakat melihat bahwa hukum benar-benar ditegakkan secara adil,” ujarnya.
Menurutnya juga, kepastian hukum merupakan bagian penting dalam sistem peradilan pidana. Penanganan perkara secara cepat, tepat, dan profesional menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap hak-hak korban. Selain itu, tindakan tegas aparat penegak hukum juga diperlukan untuk mencegah kemungkinan hilangnya barang bukti maupun potensi pelaku melarikan diri.
“Kasus kekerasan seksual terhadap anak memiliki dampak yang luas di tengah masyarakat”, Tuturnya.
ia juga menjelaskan, “Lambatnya proses hukum dapat memicu keresahan sosial dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan keyakinan bahwa hukum mampu berdiri di atas prinsip keadilan tanpa membedakan status maupun latar belakang pihak yang terlibat”.
Sementara itu, dari sisi psikologis, “Korban tindak pidana seksual umumnya mengalami trauma mendalam, rasa takut, kecemasan, hingga kehilangan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dapat semakin berat apabila pelaku masih bebas berkeliaran di lingkungan masyarakat. Tidak hanya korban, keluarga korban pun sering mengalami tekanan mental dan rasa khawatir berkepanjangan”, ujarnya menjelaskan.
Hingga hingga dimuatnya berita ini, langkah cepat dan tegas aparat penegak hukum dinilai penting bukan hanya untuk kepentingan proses hukum, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan psikologis terhadap korban dan keluarga. Kehadiran hukum yang adil dan berpihak pada perlindungan korban diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat rasa aman di lingkungan sosial.
Kuasa hukum menegaskan, ” Akan terus mengawal proses hukum perkara tersebut hingga berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak”, tutupnya.





