Kalimantan Tengah, Sentralmedia.id – Kondisi ruas jalan negara yang menghubungkan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, menuju Desa Sei Hanyo, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, hingga jalur lintas menuju Kabupaten Murung Raya, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berupa lubang besar, badan jalan yang pecah, serta permukaan jalan yang membahayakan pengguna. Kerusakan ditemukan mulai dari kawasan Kilometer 2 Kuala Kurun hingga perbatasan Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Kapuas, termasuk di sekitar simpang empat menuju area operasional PT Tuah Global Mining.
Kondisi ini menjadi keluhan masyarakat karena jalan tersebut merupakan salah satu akses vital yang digunakan setiap hari oleh pengendara sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan angkutan barang, hingga truk yang melintasi jalur penghubung antar kabupaten di Kalimantan Tengah.

Sejumlah warga yang ditemui menyebutkan bahwa kerusakan jalan mulai terlihat signifikan sejak tahun 2024. Mereka menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas angkutan batu bara yang pernah melintas di ruas jalan tersebut, termasuk kendaraan milik atau yang terkait dengan operasional PT Tuah Global Mining.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan mengenai dugaan kontribusi aktivitas angkutan terhadap kerusakan jalan tersebut. Berdasarkan informasi masyarakat, aktivitas perusahaan tersebut saat ini telah berhenti atau tidak lagi beroperasi di wilayah tersebut.
Karena itu, muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pemulihan kondisi jalan, mengingat ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas warga dan perekonomian daerah.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, masyarakat masih belum melihat adanya perbaikan menyeluruh pada sejumlah titik kerusakan yang dinilai cukup membahayakan pengguna jalan.
Warga Kapuas Hulu dan Murung Raya berharap Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Pemerintah Kabupaten Kapuas, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat segera melakukan evaluasi dan penanganan terhadap kondisi jalan tersebut.
“Kami hanya berharap jalan ini diperbaiki karena setiap hari digunakan masyarakat. Kalau terus dibiarkan, risikonya bisa membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi warga,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan juga berdampak pada meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang. Pengemudi harus mengurangi kecepatan kendaraan, mencari jalur alternatif, atau bahkan menanggung biaya perbaikan kendaraan akibat kondisi jalan yang rusak.
Bagi masyarakat pedalaman yang bergantung pada akses jalan darat untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan pokok, maupun pelayanan kesehatan dan pendidikan, kondisi tersebut menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak berlarut-larut. Sebab semakin lama kerusakan dibiarkan, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung oleh pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur strategis penghubung Gunung Mas, Kapuas Hulu, dan Murung Raya tersebut.
Laporan/penulis Kaperwil Sentralmedia.id Kalimantan Tengah : (Dihel)





